Idul Adha, MTSN 2 Malang Terapkan Pembagian Daging Ramah Lingkungan

  • 31 Mei 2026 06:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Momen Idul Adha yang identik dengan pembagian daging kurban dan meningkatnya penggunaan kantong plastik dimanfaatkan MTSN 2 Malang untuk mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan. Sejak 2018, sekolah tersebut menerapkan konsep Idul Adha minim sampah dengan menggunakan bahan alami sebagai pengganti plastik dalam pembagian daging kurban.

Guru Bahasa Arab sekaligus Koordinator Tim Adiwiyata MTSN 2 Malang, Lilik Maslichah, S.Ag., M.Pd.I, mengatakan penggunaan besek dan daun pisang menjadi pilihan utama dalam mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar.

“Seperti kita ketahui, plastik ini terurainya sangat lama. Sehingga kami menggunakan bahan yang lebih alami. Walaupun dari segi harga besek lebih mahal, tetapi besek ini masih bisa digunakan kembali,” ujarnya dalam Talkshow SPADA Lingkungan Hidup, Jumat (29/5/2026).

Menurut Lilik, penggunaan daun jati maupun daun pisang tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga membantu menjaga kualitas daging kurban. Daun alami dinilai lebih mampu mempertahankan kesegaran daging dibandingkan kemasan plastik.

“Begitupun dengan penggunaan daun pisang yang mampu menjaga kualitas daging tetap segar dan bagus. Berbeda dengan plastik yang jika langsung bersentuhan dengan daging, zat berbahaya di dalamnya bisa berpindah ke daging,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, daun jati memiliki tekstur yang mampu menyerap darah dari daging sehingga kondisi daging tetap lebih baik saat dibagikan kepada masyarakat. Sementara daun pisang juga dinilai efektif menjaga kualitas daging sekaligus lebih aman bagi lingkungan.

Program kurban ramah lingkungan tersebut didukung oleh kondisi sekolah yang hijau. MTSN 2 Malang yang telah meraih predikat Adiwiyata Mandiri memiliki ribuan tanaman, termasuk pohon pisang yang dimanfaatkan sebagai bahan pembungkus daging kurban.

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari komunitas peduli lingkungan hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat kampanye pengurangan sampah plastik di tengah masyarakat.

Selain fokus pada pengelolaan sampah, MTSN 2 Malang menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana pendidikan karakter lingkungan bagi siswa. Edukasi dilakukan melalui berbagai kegiatan kolaboratif, seperti jurnalistik, podcast sekolah, hingga organisasi remaja masjid.

“Momentum Idul Adha ini bisa menjadi media edukasi untuk anak-anak agar mereka terbiasa menjaga lingkungan sejak dini. Dari sini, anak-anak akan membawa kebiasaannya menjaga lingkungan ke rumah,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, MTSN 2 Malang berharap semangat berkurban tidak hanya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....