Empat Pilar Literasi Digital Dinilai Belum Dipahami Masyarakat

  • 14 Mei 2026 22:46 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Malang terus mendorong penguatan literasi digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan diskusi, seminar, hingga pelatihan yang menyasar komunitas, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kota Malang.

Ketua RTIK Malang, Ayrton Eduardo Aryaprabawa, mengatakan masyarakat Indonesia saat ini memang semakin akrab dengan teknologi digital. Namun menurutnya, tingginya penggunaan internet dan media sosial belum sepenuhnya diiringi kemampuan literasi digital yang baik.

“Kalau bicara kondisi sekarang, masyarakat memang sudah melek teknologi. Hampir semua orang menggunakan media sosial setiap hari. Tetapi literasi digitalnya belum tentu baik. Memang ada peningkatan dari 2021 sampai 2024, tetapi belum ideal,” ujar Ayrton dalam dialog Literasi Digital, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan gadget, tetapi juga mencakup empat pilar utama yakni digital skills, digital safety, digital culture, dan digital ethics. Keempat pilar tersebut dinilai penting agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Menurut Ayrton, digital skills berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi, memahami media sosial, hingga memilah berita yang benar. Sementara digital safety berkaitan dengan penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab agar terhindar dari berbagai risiko kejahatan digital.

“Ketika menggunakan media sosial, masyarakat harus memiliki kemampuan memahami informasi yang diterima. Jangan sampai mudah terpengaruh hoaks atau justru ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Selain itu, RTIK juga menyoroti pentingnya budaya digital dan etika digital di tengah derasnya arus informasi. Ayrton menilai masyarakat perlu tetap menjaga nilai budaya lokal dan etika komunikasi meski berinteraksi melalui ruang digital.

“Informasi sekarang bergerak sangat cepat. Karena itu etika digital harus tetap dijaga. Apa yang kita bagikan di media sosial dampaknya bisa sangat luas dan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Melalui berbagai kegiatan edukasi, RTIK Malang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif demi mendukung terwujudnya Indonesia sebagai bangsa digital yang berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....