TIK Buka Akses Belajar Lebih Inklusif bagi Siswa SLB Sumber Dharma

  • 02 Sep 2026 11:28 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) semakin dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa berkebutuhan khusus di SLB Sumber Dharma Kota Malang. Penggunaan teknologi tidak sekadar menghadirkan perangkat digital di ruang kelas, tetapi diarahkan untuk membantu siswa berkomunikasi, memahami materi, mengembangkan keterampilan, hingga menjadi lebih mandiri.

Guru SLB Sumber Dharma, Yovie Alamsyah, mengatakan kebutuhan terhadap teknologi di sekolah luar biasa cukup besar karena peserta didik memiliki kondisi dan kebutuhan yang beragam. Di sekolah tersebut terdapat siswa dengan tunagrahita, tunarungu, autisme, ADHD, serta Down Syndrome.

Menurut Yovie, karakteristik siswa yang beragam membuat pemanfaatan teknologi juga harus disesuaikan. Untuk saat ini, sekolah lebih banyak memanfaatkan teknologi yang mendukung aspek komunikasi serta media pembelajaran yang dapat membantu siswa sesuai hambatan yang mereka alami.

“Pemanfaatan kebutuhannya juga pasti akan lebih banyak lagi di bidang teknologi,” kata Yovie dalam Program Prioritas Nasional Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Malang, Senin (31/8/2026).

Salah satu contoh diterapkan kepada siswa autis. Sekolah memanfaatkan media bantu komunikasi yang dikenal sebagai Augmentative and Alternative Communication atau AAC. Media tersebut digunakan untuk membantu anak berkomunikasi dengan guru maupun orang tua ketika kemampuan komunikasi verbal mereka masih mengalami hambatan.

Sementara bagi siswa tunarungu, pemanfaatan teknologi masih lebih banyak diarahkan pada media visual. Guru menggunakan video audio visual yang berkaitan dengan bahasa isyarat sehingga siswa dapat memperoleh materi melalui saluran komunikasi yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.

Pemanfaatan teknologi di SLB Sumber Dharma juga mendapat dukungan dari program digitalisasi satuan pendidikan. Pada 2025, sekolah memperoleh satu unit interactive flat panel atau IFP berupa layar sentuh yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembelajaran.

Menurut Yovie, keberadaan layar berukuran besar tersebut memberikan sejumlah keuntungan. Untuk siswa tunarungu, misalnya, materi dapat ditampilkan dalam ukuran lebih besar sehingga lebih nyaman dilihat dibandingkan jika mereka hanya mengandalkan layar ponsel atau laptop.

Fungsi layar sentuh juga dimanfaatkan untuk siswa yang memiliki hambatan motorik. Mereka dapat berlatih menggunakan kemampuan sensorik dan motoriknya melalui aktivitas menyentuh serta mengoperasikan layar secara langsung.

“Anak-anak yang mengalami hambatan motorik misalkan tuna daksa yang sensoriknya agak bermasalah nanti bisa ikut menjajal gimana sih rasanya untuk menyentuh layar tersebut,” jelas Yovie.

Selain IFP, sekolah juga mendapatkan laptop yang dapat dimanfaatkan guru untuk pembelajaran individual. Perangkat tersebut memungkinkan guru memberikan aktivitas yang lebih spesifik kepada siswa sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Yovie yang menangani siswa tunarungu melihat adanya ketertarikan siswa terhadap aktivitas visual, termasuk desain. Karena itu, aplikasi seperti Canva mulai dikenalkan untuk melatih kreativitas siswa melalui kegiatan menggambar dan membuat desain menggunakan perangkat digital.

Pemanfaatan TIK sebenarnya bukan hal baru bagi guru di SLB Sumber Dharma. Yovie mengatakan proses adaptasi teknologi semakin cepat sejak pandemi Covid-19, ketika kegiatan pembelajaran harus banyak dilakukan dengan dukungan perangkat digital.

Pada masa tersebut, guru mulai menggunakan berbagai platform seperti Google Meet dan Google Classroom. Setelah pembelajaran kembali berlangsung secara normal di sekolah, pemanfaatan teknologi terus dikembangkan melalui berbagai kuis interaktif menggunakan aplikasi seperti Quizizz atau Wayground, Kahoot, serta Wordwall.

Penggunaan teknologi kemudian berkembang dari sekadar mendukung pembelajaran jarak jauh menjadi bagian dari variasi metode belajar di dalam kelas. Bagi siswa, teknologi dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik karena materi dapat disajikan melalui gambar, suara, video, permainan edukatif maupun aktivitas interaktif.

Namun, Yovie menegaskan teknologi tidak otomatis membuat semua pembelajaran menjadi lebih efektif. Guru tetap harus melihat jenis konten yang diberikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa.

Menurutnya, media video misalnya memang dapat membuat siswa lebih tertarik karena memiliki unsur gambar bergerak dan suara. Tetapi bukan berarti media tersebut selalu lebih baik daripada buku, kartu atau metode pembelajaran konvensional.

Karena itu, asesmen tetap menjadi dasar penting dalam menentukan teknologi yang digunakan. Guru perlu mengetahui hambatan dominan yang dialami siswa, kemudian melihat gaya belajar mereka sebelum memilih perangkat maupun aplikasi.

Tujuan yang lebih besar dari pemanfaatan TIK, kata Yovie, bukan hanya membuat siswa mampu mengikuti pelajaran. Teknologi diharapkan dapat membuka hubungan yang lebih luas antara siswa penyandang disabilitas dengan masyarakat.

“Simpel aja sih, biar mereka itu bisa terjalin dengan masyarakat pada umumnya. Jadi mereka itu tidak terasingkan oleh lingkungan sekitar,” ujar Yovie.

Ia berharap teknologi dapat membuat siswa berkebutuhan khusus semakin terhubung dengan lingkungan sosial. Bahkan, jika nantinya siswa memiliki kemampuan tertentu dan mampu memanfaatkan media sosial atau membuat konten digital, kemampuan tersebut dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berbagi manfaat dengan masyarakat.

Bagi Yovie, perkembangan teknologi juga menuntut guru untuk terus belajar. Guru tidak cukup hanya memahami perangkat yang tersedia, tetapi perlu mengikuti perkembangan aplikasi dan metode pembelajaran digital agar pemanfaatannya benar-benar memberikan manfaat bagi siswa.

“Sebagai guru kita tetap harus terus belajar,” kata Yovie. Ia menilai proses tersebut juga harus didukung komunikasi antara sekolah dan orang tua agar pembelajaran yang diberikan kepada anak dapat berjalan selaras di sekolah maupun di rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....