Penyandang Cerebral Palsy Masih Hadapi Hambatan Akses Pendidikan Inklusif
- 07 Jun 2026 16:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penyandang cerebral palsy (CP) di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh hak pendidikan yang layak. Kondisi tersebut disebabkan oleh minimnya pemahaman masyarakat, keterbatasan layanan pendidikan inklusif, hingga belum spesifiknya regulasi yang mengatur kebutuhan penyandang CP.
Founder Lingkar Sosial Indonesia (Linksos), Ken Kerta, mengatakan cerebral palsy tidak hanya berkaitan dengan hambatan fisik, tetapi juga dapat disertai hambatan intelektual, komunikasi, dan perkembangan sehingga banyak penyandang CP mengalami disabilitas ganda.
Menurutnya, pendataan dan regulasi yang ada saat ini masih mengategorikan cerebral palsy sebagai disabilitas fisik, sehingga berbagai program bantuan yang diberikan cenderung berfokus pada kebutuhan fisik semata.
“Teman-teman CP ini banyak yang tidak mendapatkan hak pendidikan karena dianggap tidak mampu mengikuti pembelajaran. Bahkan ada yang ditolak di sekolah umum, sekolah inklusi, maupun SLB karena belum tersedianya dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya saat dialog di RRI Malang, Sabtu (6/6/2026).
Ken menilai kondisi tersebut membuat penyandang cerebral palsy menjadi salah satu kelompok disabilitas yang paling tertinggal dalam bidang pendidikan. Karena itu, pihaknya terus mendorong perbaikan kebijakan dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan penyandang CP.
Sementara itu, Koordinator Sahabat Cerebral Palsy, Ina Sudaryati, mengaku masih banyak orang tua yang kesulitan menemukan sekolah yang bersedia menerima anak mereka. Ia sendiri pernah mengalami penolakan ketika berusaha mendaftarkan anaknya ke sekolah.
Menurut Ina, yang dibutuhkan anak-anak CP bukan hanya akses belajar, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi dan mengenal lingkungan yang lebih luas. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan dukungan pendidikan yang lebih inklusif bagi penyandang cerebral palsy, termasuk bagi mereka yang memiliki hambatan berat.
Selain pendidikan formal, komunitas Sahabat CP bersama Linksos juga mulai mengembangkan berbagai kegiatan berbasis interaksi sosial dan pembelajaran di alam terbuka guna membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, respons sosial, serta kepercayaan diri para penyandang CP.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....