Pendidikan Antikorupsi Dimulai dari Teladan Orang Tua
- 24 Agt 2026 09:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Pendidikan antikorupsi pada anak tidak harus dimulai dengan menjelaskan istilah korupsi yang sulit dipahami, tetapi melalui pembiasaan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian mengakui kesalahan perlu ditanamkan sejak usia dini.
“Bukan kata korupsinya yang perlu dikenalkan, tetapi sikap yang bisa menghindarkan anak dari perilaku korupsi di masa yang akan datang,” ujar Abyz Wigati, S.Psi - Konselor Anak dan Keluarga di Harum Family Centre, Sabtu (22/08/2026).
Menurut Abyz, orang tua dapat menanamkan pendidikan antikorupsi melalui berbagai aktivitas sederhana, termasuk ketika anak bermain dan menghadapi situasi menang maupun kalah. Anak perlu memahami bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari kehidupan yang harus diterima secara wajar.
“Ketika kita menunjukkan bahwa kalah itu tidak apa-apa, anak akan belajar bahwa dalam kehidupan memang ada menang dan kalah,” jelasnya.
Pendidikan karakter bahkan dapat dimulai sejak anak belum lahir melalui perilaku orang tua. Ketertiban orang tua dalam mengantre, menjalankan aturan, serta memenuhi kebutuhan anak dengan cara yang baik menjadi contoh yang akan diamati anak.
Anak belajar melalui apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan dalam lingkungan terdekatnya. Karena itu, perilaku orang dewasa menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir anak mengenai kejujuran dan tanggung jawab.
“Orang tua perlu membiasakan anak memahami bahwa kejujuran merupakan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban karena takut mendapatkan hukuman. Pendidikan antikorupsi pada anak pada dasarnya merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi orang tua. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi pondasi penting agar nilai integritas dapat tumbuh dan terbawa hingga anak dewasa,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....