Losida Jadi Solusi Olah Sampah Organik dari Rumah
- 18 Agt 2026 11:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Sampah sisa makanan rumah tangga yang selama ini berakhir di tempat pembuangan dapat diolah kembali menjadi kompos melalui metode Lodong Sisa Dapur atau Losida. Metode sederhana ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan sampah organik sekaligus menghasilkan nutrisi bagi tanaman.
Praktik tersebut dilakukan Kresnawati Imansari, ibu rumah tangga berlatar belakang pertanian, yang mulai mengolah sampah organik di rumah. Kegiatan itu berawal dari kegemarannya berkebun dan keinginannya memanfaatkan kembali sampah rumah tangga untuk kebutuhan tanaman.
Kresnawati mengatakan, Losida memiliki kemiripan dengan metode biopori. Perbedaannya, sebagian tabung Losida tetap berada di atas permukaan tanah sehingga proses memasukkan sampah maupun pemanenan kompos lebih mudah dilakukan.
“Tabung Losida itu singkatan dari Lodong Sisa Dapur. Bisa menggunakan bambu bekas atau paralon,” ujarnya ketika dikonfirmasi RRI pada Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan Losida adalah kemampuannya mengolah sisa makanan yang tidak selalu dapat dimasukkan ke dalam komposter biasa. Sisa nasi, tulang, daging, hingga makanan matang dapat dimasukkan ke dalam tabung tersebut.
Untuk membuat Losida, masyarakat dapat menggunakan paralon berdiameter sekitar empat hingga lima inci dengan panjang sekitar satu meter. Bagian bawah tabung sepanjang kurang lebih 30 hingga 40 sentimeter diberi lubang untuk membantu sirkulasi udara dan air, kemudian bagian tersebut ditanam ke dalam tanah.
| Baca juga: Gerakan Belajar Zero Waste dari Rumah |
Losida juga dapat diterapkan oleh masyarakat yang tidak memiliki halaman luas. Tabung dapat ditempatkan dalam pot berukuran besar atau ember bekas yang telah dimodifikasi dan diberi lubang untuk sirkulasi air.
Kresnawati menjelaskan, proses penguraian membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Selama proses berlangsung, sampah organik perlu diimbangi dengan bahan kering seperti daun, sekam, atau tanah untuk menjaga kelembapan sekaligus mencegah munculnya bau dan belatung secara berlebihan.
Penggunaan penutup pada tabung juga penting untuk mencegah tikus masuk, terutama karena Losida dapat berisi sisa makanan. Tabung disarankan ditempatkan di lokasi yang teduh agar proses pengomposan berlangsung lebih baik.
“Ciri-ciri kompos yang sudah matang itu tidak berbau, sampahnya sudah menyusut, kemudian warnanya sudah menjadi hitam, kompos umumnya dapat dipanen setelah sekitar tiga hingga enam bulan dan selanjutnya dimanfaatkan untuk tanaman.” kata Kresnawati.
Kresnawati menilai Losida dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi sampah organik yang dibuang dari rumah. Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu memiliki lahan luas untuk mulai mengolah sampah.
Dengan memanfaatkan paralon bekas, bambu, pot, maupun ember yang sudah tidak digunakan, pengolahan sampah organik dapat dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....