Gerakan Belajar Zero Waste dari Rumah
- 10 Jun 2026 09:36 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Gerakan BWZ (Belajar Zero Waste) hadir sebagai upaya edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah melalui langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Program ini mulai dikenalkan sejak tahun 2018 seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
“Nama Belajar Zero Waste dipilih karena menekankan proses belajar tanpa tuntutan menjadi sempurna dalam menerapkan gaya hidup minim sampah. Pendekatan ini mengajak masyarakat untuk berproses secara bertahap dengan niat dan usaha nyata tanpa tekanan untuk langsung mencapai hasil ideal,” kata DK. Wardhani - Founder Kelas Belajar Zero Waste (BZW) dan Inisiator SapaBumi (Sahabat pilah sampah Bumi Meranti), Sabtu (06/06/2026).
Kelas-kelas yang diselenggarakan berkembang pesat dengan melibatkan berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa dan masyarakat umum. Program ini juga melibatkan alumni sebagai fasilitator agar gerakan terus berjalan dan menjangkau lebih banyak orang di berbagai daerah.
“Hingga kini, ratusan alumni telah tersebar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri melalui pembelajaran berbasis daring. Metode pembelajaran yang fleksibel memungkinkan peserta dari berbagai latar belakang tetap dapat mengikuti dan menerapkan konsep zero waste,” imbuhnya.
Dalam praktiknya, gerakan ini memperkenalkan konsep sederhana yang terdiri dari cegah, pilah, dan olah sebagai langkah praktis dalam mengurangi sisa konsumsi rumah tangga.
Cegah
Menyaring kebutuhan sebelum membeli barang agar tidak terjadi konsumsi berlebihan yang berujung menjadi sampah. Masyarakat diajak untuk tidak bersikap impulsif dalam berbelanja dan lebih bijak menentukan kebutuhan sehari-hari.
Pilah
Memisahkan sisa konsumsi berdasarkan jenis material seperti kertas, plastik, kaca, dan logam di rumah. Langkah ini memudahkan keluarga mengenali dan mengelola sisa konsumsi secara lebih terstruktur dan efisien.
Olah
Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang sisa konsumsi agar tidak berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan. Pengelolaan yang baik juga dapat menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan bebas dari gangguan hama.
Melalui kebiasaan sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari rutinitas harian yang tidak memberatkan. Gerakan ini menekankan bahwa perubahan kecil yang konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....