Moderasi Beragama Harus Turun Menjadi Aksi Nyata
- 17 Agt 2026 12:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Moderasi beragama tidak cukup hanya menjadi wacana. Nilai toleransi dan persaudaraan lintas agama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Theresia Puji Astutik, Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Malang dan Wakil Sekretaris Jenderal FKAUB, dalam talkshownya bersama RRI Pro 2, Selasa (11/8/2026)
Theresia mengatakan, Komisi HAK Keuskupan Malang menjalankan sejumlah kegiatan untuk membangun komunikasi dan kepercayaan antarumat beragama. Salah satunya melalui anjangsana atau silaturahmi saat perayaan hari besar keagamaan.
“Kami dari Komisi HAK rutin melakukan kunjungan ke tokoh-tokoh agama dan kepercayaan pada hari besar,” kata Theresia.
Menurutnya, silaturahmi lintas agama menjadi salah satu cara menjaga komunikasi tetap terbuka. Hubungan yang terbangun juga dapat membantu menyelesaikan persoalan secara lebih tenang ketika terjadi perbedaan atau masalah di masyarakat.
Selain itu, Komisi HAK juga melakukan visitasi ke Seksi HAK di paroki-paroki se-Keuskupan Malang untuk mendorong kegiatan moderasi sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.
Theresia menegaskan, moderasi tidak boleh berhenti di tingkat lembaga.
“Intinya ada dua: pertama, anjangsana atau silaturahmi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah paroki dan di lingkungan masing-masing. Kedua, menyesuaikan dengan ‘warna’ tiap paroki,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan tersebut penting karena karakter masyarakat di setiap daerah berbeda sehingga program moderasi tidak bisa diterapkan secara seragam.
“Moderasi itu keringat, bukan hanya wacana di atas kertas,” tegas Theresia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....