Susur Gua Jadi Cara Thariq Hadapi Ketakutan dan Batas Diri

  • 14 Agt 2026 21:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Petualangan alam tidak hanya menawarkan pengalaman dan tantangan, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi seseorang untuk mengenali batas kemampuan dirinya. Melalui proses menghadapi ketakutan secara bertahap, seseorang dapat belajar mengelola rasa takut sekaligus menemukan potensi yang sebelumnya tidak disadari.

Ketua Umum Mapala Tursina UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Thariq Asir, mengatakan ketertarikannya terhadap aktivitas susur gua muncul karena kegiatan tersebut memberikan tantangan yang berbeda dibandingkan aktivitas alam lainnya.

“Ketertarikan saya terhadap susur gua itu karena susur gua memberikan tantangan berbeda dibandingkan kegiatan alam lainnya yang pernah saya jalani. Gua memiliki kondisi gelap, sempit, pengap, dan penuh ketidakpastian sehingga membutuhkan keberanian sekaligus pengendalian diri yang baik,” ungkap Thariq, Kamis (13/8/2026).

Thariq mengaku dirinya justru lebih takut terhadap kegelapan dibandingkan ruang sempit. Namun, pengalaman mengikuti pendidikan khusus susur gua membuatnya belajar menghadapi ketakutan tersebut secara langsung melalui proses yang panjang dan bertahap.

“Sebenarnya saya lebih takut terhadap kegelapan dibandingkan ruang sempit. Dengan pengalaman mengikuti pendidikan khusus susur gua ini kemudian membuat saya belajar menghadapi ketakutan tersebut secara langsung melalui proses panjang dan bertahap,” ujarnya.

Dalam proses pendidikan tersebut, Thariq menjadi satu-satunya anggota angkatan yang bertahan di divisi susur gua hingga menyelesaikan seluruh tahapan. Kondisi tersebut membuatnya harus menghadapi berbagai tantangan sekaligus menguji ketahanan mental selama menjalani pendidikan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi ketika memasuki gua dengan kedalaman sekitar 80 meter seorang diri. Situasi tersebut menghadirkan berbagai kejadian tidak terduga, termasuk dirinya yang sempat terjatuh dan mengalami rasa takut yang meningkatkan adrenalin.

“Salah satu pengalaman paling berkesan itu saat memasuki gua dengan kedalaman sekitar 80 meter sendirian. Situasi tersebut menghadirkan berbagai kejadian tidak terduga, termasuk terjatuh dan mengalami rasa takut yang meningkatkan adrenalin secara signifikan. Namun, pengalaman ini justru menjadi titik balik saya untuk memahami bahwa kemampuan manusia tidak selalu berhenti pada rasa lelah,” imbuhnya.

Dari pengalaman tersebut, Thariq belajar bahwa keberanian bukan berarti seseorang tidak memiliki rasa takut. Keberanian justru muncul ketika seseorang mampu mengelola rasa takut dan tetap mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki.

“Petualangan alam menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan seseorang dengan kelemahan, ketakutan, keterbatasan, sekaligus potensi dirinya sendiri. Dari proses inilah seseorang dapat mengalami transformasi pribadi karena belajar memahami kemampuan diri melalui pengalaman nyata di lapangan,” ujarnya.

Bagi Thariq, pengalaman menghadapi batas diri melalui kegiatan alam menjadi pelajaran yang tidak hanya berguna ketika berada di lapangan. Kemampuan bertahan, mempersiapkan diri, mengelola ketakutan, serta tidak mudah menyerah juga menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....