UMKM Diminta Bijak Ikuti Tren Digital dan Utamakan Kualitas Produk

  • 17 Mei 2026 17:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk memanfaatkan media digital secara kreatif dalam memasarkan produk. Namun, penggunaan media sosial dan tren digital dinilai tetap harus dilakukan secara bijak tanpa mengabaikan kualitas produk yang ditawarkan kepada masyarakat.

Praktisi literasi digital, Ayrton Eduardo Aryaprabawa mengatakan pelaku UMKM sebenarnya boleh mengikuti tren media sosial agar produk lebih dikenal masyarakat. Konten lucu, ringan, dan menarik dinilai dapat membantu meningkatkan perhatian publik terhadap produk yang dipasarkan.

“UMKM boleh saja ikut tren supaya produknya lebih dikenal dan menarik perhatian masyarakat. Konten lucu atau kreatif juga bagus untuk promosi. Tetapi jangan sampai engagement dijadikan fokus utama atau malah menjadi beban,” ujarnya dalam dialog Literasi Digital, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, hal terpenting dalam pemasaran digital tetap terletak pada kualitas produk dan cara penyampaian informasi kepada konsumen. Karena itu, pelaku UMKM didorong membuat foto maupun video produk yang baik agar mampu memberikan kesan positif kepada calon pembeli.

“Yang paling penting tetap produknya. Buat foto atau video yang bagus supaya orang tertarik. Kemudian bisa ditambah storytelling bagaimana produk itu hadir, prosesnya seperti apa, atau nilai yang ingin disampaikan kepada konsumen,” katanya.

Ia menjelaskan, pendekatan storytelling dinilai lebih efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan pelanggan dibanding sekadar mengikuti tren viral secara berlebihan. Namun, konsep yang dibuat juga tidak perlu terlalu kaku agar tetap terasa dekat dengan masyarakat.

“Storytelling itu penting, tetapi cukup sedikit saja dan jangan terlalu kaku. Tidak semua tren juga harus diikuti. Pelaku usaha harus bisa memilih mana yang sesuai dengan karakter produknya,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat saat ini juga semakin kritis dalam melihat kualitas produk maupun layanan UMKM melalui ulasan dan pengalaman pengguna lain di media sosial. Karena itu, menjaga kualitas produk dinilai jauh lebih penting dibanding hanya mengejar popularitas sesaat.

“Sekarang orang juga melihat review. Jadi fokus utamanya tetap kualitas produk dan pelayanan. Kalau produk bagus, masyarakat biasanya akan membantu mempromosikan secara alami,” tambahnya

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Menurutnya, edukasi digital perlu diperluas agar dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses dan pemahaman digital yang memadai.

“Kita harus bergandengan tangan menyebarkan awareness tentang literasi digital, terutama kepada mereka yang mungkin belum punya akses atau pemahaman yang sama seperti kita,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat Indonesia mampu menjadi pengguna teknologi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan internet dan media sosial untuk kegiatan yang positif dan produktif.

“Kita harus siap menjadi masyarakat yang melek digital sekaligus bijak dalam menggunakan teknologi. Karena perkembangan digital akan terus berjalan dan semua orang perlu siap menghadapinya,” tuturnya mengakhiri pembicaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....