Jangan Takut Radiasi, Radiologi Kini Lebih Aman
- 26 Jun 2026 09:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Kekhawatiran terhadap paparan radiasi masih menjadi alasan sebagian masyarakat enggan menjalani pemeriksaan radiologi. Padahal, perkembangan teknologi kedokteran membuat berbagai prosedur radiologi saat ini jauh lebih aman dibandingkan yang dibayangkan banyak orang. Edukasi mengenai manfaat dan tingkat keamanan pemeriksaan menjadi penting agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan diagnosis penyakit.
Dalam dialog bersama RRI Malang, Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Radiologi Intervensi RSSA Malang, dr. Agung Setyawan, Sp.Rad (K)RI, mengatakan bahwa tidak semua pemeriksaan radiologi menggunakan radiasi. Beberapa metode yang cukup sering digunakan, seperti USG dan MRI, bahkan tidak menghasilkan paparan radiasi sama sekali. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami perbedaan masing-masing jenis pemeriksaan sebelum merasa khawatir berlebihan.
"USG dan MRI tidak menggunakan radiasi. Sementara pemeriksaan seperti rontgen, CT Scan, atau DSA memang menggunakan radiasi, tetapi dosisnya sudah diatur dan terus ditekan seminimal mungkin sesuai standar keselamatan pasien," jelas dr. Agung kepada RRI Malang pada Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, justru risiko yang lebih besar muncul ketika seseorang menunda pemeriksaan yang sebenarnya diperlukan. Banyak kasus kanker, tumor, perdarahan, maupun gangguan organ reproduksi yang baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya, proses pengobatan menjadi lebih kompleks, biaya meningkat, dan peluang kesembuhan dapat menurun dibandingkan apabila penyakit ditemukan lebih awal.
Selain pemeriksaan diagnostik, radiologi saat ini juga berkembang ke bidang intervensi. Melalui panduan alat pencitraan, dokter dapat melakukan tindakan tertentu tanpa operasi besar. Metode ini digunakan pada berbagai kasus seperti penyumbatan pembuluh darah, perdarahan, hingga beberapa jenis tumor. Teknologi tersebut membuat tindakan medis menjadi lebih presisi dengan risiko yang lebih kecil bagi pasien.
"Prinsip kami adalah safety first. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan kebutuhan medis dengan mempertimbangkan manfaat dan risiko secara matang. Yang perlu dipahami masyarakat, manfaat deteksi dini dan penanganan yang tepat biasanya jauh lebih besar dibandingkan risiko paparan radiasi yang sangat kecil dan terkontrol," pungkas dr. Agung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....