Dapur Aisyah Hadirkan Ayam Keju Viral dengan Inovasi Unik
- 19 Mei 2026 11:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Usaha kuliner terus berkembang mengikuti tren dan selera masyarakat, termasuk yang dilakukan Indri Dwi Cahyani, owner Dapur Aisyah di kawasan Tegal Gondo, Malang. Berawal dari pengalaman berjualan nasi rames selama hampir 10 tahun, Indri kini sukses mengembangkan bisnis kuliner kekinian dengan menu andalan ayam bakar keju yang diminati banyak pelanggan. Sebelum merintis Dapur Aisyah, ia mengaku sempat menjalankan usaha nasi rames dengan 25 menu berbeda dan mampu menghabiskan hingga 25 kilogram beras setiap hari.
Indri mengatakan ide menghadirkan ayam bakar keju muncul setelah dirinya melihat tren makanan viral ayam bumbu celup di media sosial. Namun menurutnya, konsep tersebut masih memiliki kekurangan karena bumbu kurang meresap ke dalam daging ayam. Dari situ, ia mencoba melakukan inovasi dengan membuat ayam geprek yang dipadukan topping saus lalu dibakar menggunakan torch agar cita rasanya lebih kuat dan menggugah selera. “Awalnya saya lihat makanan viral ayam bumbu celup, tapi menurut saya bumbunya kurang meresap. Akhirnya saya coba dibuat geprek lalu diberi topping saus dan di-torch. Ternyata respons masyarakat sangat positif,” ujar Indri dalam dialog UMKM di pro 1 RRI Malang, Senin (18/5/2026).
Tidak hanya menghadirkan ayam bakar keju, Dapur Aisyah juga menyediakan berbagai pilihan saus seperti tar-tar, keju, bolognese hingga hot lava. Selain menu utama, tersedia pula aneka dimsum kukus dan goreng, mariam buttermilk, mochi, hingga puluhan camilan kering seperti pastel cubit, curly cheese dan kacang bawang. Produk camilan tersebut bahkan telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jakarta, Jayapura, Banyuwangi, Mojokerto hingga Solo. Indri menjelaskan seluruh produk dikemas menggunakan bubble wrap agar aman selama proses pengiriman. “Kami berusaha menjaga kualitas produk meskipun dikirim ke luar kota. Jadi packing benar-benar diperhatikan supaya tidak remuk saat sampai ke pelanggan,” katanya.
Dalam membangun usaha, Indri mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah memperkenalkan brand kepada masyarakat. Untuk itu, ia aktif mengikuti berbagai event dan bazar di sekolah maupun konser agar produknya semakin dikenal luas. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci penting dalam mempertahankan usaha kuliner di tengah persaingan yang semakin ketat. “Semua itu nggak instan. Harus sabar, ikhtiar, doa dan konsisten promosi di media sosial. Banyak orang baru mulai usaha sudah gampang menyerah, padahal usaha itu perlu proses,” ungkapnya.
Ke depan, Dapur Aisyah berencana mengembangkan konsep usaha dari yang sebelumnya hanya melayani take away menjadi dine in agar pelanggan bisa menikmati menu langsung di lokasi. Saat ini usaha tersebut telah dibantu empat karyawan khusus bagian memasak dan packing, sementara pengelolaan media sosial masih dilakukan sendiri oleh Indri. Ia juga berpesan kepada para pelaku UMKM pemula agar tidak takut mencoba dan terus melakukan inovasi sesuai kebutuhan pasar. “No risk no story. Sekarang jualan itu nggak harus punya tempat besar dulu. Modal HP dan kuota saja sudah bisa mulai usaha. Yang penting jangan malas, jangan gengsi dan terus berinovasi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....