Edukasi Kebencanaan Ramah Anak Bangun Kesiapsiagaan sejak Dini

  • 15 Jun 2026 13:09 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga perlu diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan pendekatan yang sesuai tahap perkembangan mereka, anak dapat memahami risiko bencana tanpa merasa takut berlebihan. Edukasi yang ramah anak dinilai mampu menumbuhkan kesadaran, kesiapsiagaan, sekaligus keberanian untuk mengambil langkah penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Konselor Anak dan Keluarga Harum Family Centre Malang, Abyz Wigati, S.Psi, menjelaskan bahwa penyampaian materi kebencanaan kepada anak harus dilakukan dengan bahasa yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami. Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah menerima informasi melalui permainan, simulasi, cerita bergambar, maupun kegiatan interaktif lainnya dibandingkan penjelasan yang bersifat teoritis.

“Edukasi kebencanaan yang ramah anak bukan berarti mengurangi informasi penting, tetapi menyampaikannya dengan cara yang sesuai usia anak. Tujuannya agar anak memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana tanpa merasa terancam atau ketakutan secara berlebihan,” ujar Abyz Wigati kepada RRI Malang pada Minggu(14/6/2026).

Ia menambahkan, anak yang mendapatkan edukasi kebencanaan sejak dini cenderung memiliki respons yang lebih baik saat menghadapi kondisi darurat. Mereka mengetahui langkah-langkah dasar seperti mencari tempat aman saat gempa, mengikuti jalur evakuasi, atau meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya. Pengetahuan tersebut dapat mengurangi risiko kepanikan yang sering muncul ketika bencana terjadi secara tiba-tiba.

Selain di sekolah, peran keluarga menjadi faktor penting dalam membangun kesiapsiagaan anak. Orang tua dapat mengenalkan prosedur keselamatan melalui aktivitas sederhana di rumah, seperti latihan evakuasi, mengenali nomor darurat, hingga menyiapkan tas siaga bencana bersama anak. Keterlibatan keluarga akan membantu memperkuat pemahaman yang telah diperoleh anak dari lingkungan sekolah maupun komunitas.

“Ketika anak merasa didampingi dan dilibatkan dalam proses belajar tentang kebencanaan, mereka akan lebih percaya diri dan tidak mudah panik. Yang terpenting adalah menciptakan rasa aman sambil menanamkan keterampilan dasar untuk melindungi diri,” tambahnya. Melalui edukasi yang ramah anak, kesiapsiagaan terhadap bencana dapat dibangun sejak dini sebagai bagian dari upaya perlindungan dan keselamatan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....