Gerakan Belajar Zero Waste dari Rumah

  • 29 Mei 2026 11:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Gerakan Belajar Zero Waste (BZW) hadir sebagai upaya edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini mulai diperkenalkan sejak 2018 seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Founder Kelas Belajar Zero Waste (BZW) sekaligus Inisiator SapaBumi (Sahabat Pilah Sampah Bumi Meranti), DK. Wardhani mengatakan, konsep belajar zero waste dipilih untuk mengajak masyarakat berproses tanpa tekanan harus langsung sempurna dalam menerapkan gaya hidup minim sampah.

“Nama Belajar Zero Waste dipilih karena menekankan proses belajar tanpa tuntutan menjadi sempurna dalam menerapkan gaya hidup minim sampah. Pendekatan ini mengajak masyarakat untuk berproses secara bertahap dengan niat dan usaha nyata tanpa tekanan untuk langsung mencapai hasil ideal,” ujarnya dalam program Green Radio di Pro 1 RRI Malang, Sabtu (23/05/2026).

Menurut Wardhani, kelas-kelas yang diselenggarakan terus berkembang dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Program ini juga melibatkan para alumni sebagai fasilitator agar gerakan dapat menjangkau lebih banyak daerah.

“Hingga kini, ratusan alumni telah tersebar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri melalui pembelajaran berbasis daring. Metode pembelajaran yang fleksibel memungkinkan peserta dari berbagai latar belakang tetap dapat mengikuti dan menerapkan konsep zero waste,” imbuhnya.

Dalam praktiknya, gerakan BZW memperkenalkan konsep sederhana melalui tiga langkah utama, yakni cegah, pilah, dan olah.

Pada tahap cegah, masyarakat diajak menyaring kebutuhan sebelum membeli barang agar tidak terjadi konsumsi berlebihan yang berujung menjadi sampah.

Sementara pada tahap pilah, masyarakat didorong memisahkan sisa konsumsi berdasarkan jenis material seperti kertas, plastik, kaca, dan logam agar lebih mudah dikelola.

Adapun pada tahap olah, sisa konsumsi dimanfaatkan kembali atau didaur ulang agar tidak berakhir mencemari lingkungan.

“Pengelolaan yang baik juga dapat menciptakan lingkungan rumah yang bersih, sehat, dan bebas dari gangguan hama,” jelasnya.

Melalui kebiasaan sederhana tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari rutinitas harian. Gerakan ini juga menekankan bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....