Dalang Muda Malang Manfaatkan Media Sosial Lestarikan Wayang Kulit

  • 22 Mei 2026 15:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dalang muda asal Malang, Dyan Permana Putra, menilai perkembangan teknologi dan media sosial dapat menjadi peluang baru untuk melestarikan wayang kulit di kalangan generasi muda. Menurutnya, tradisi dan modernisasi dapat berjalan berdampingan selama tetap mempertahankan pakem budaya yang ada.

Dyan menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan pakem wayang yang berbeda, termasuk wayang Malangan yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding daerah lain di Jawa. Karena itu, dirinya bersama komunitas seni terus berupaya menjaga gagrag Malangan sebagai identitas budaya lokal agar tetap dikenal masyarakat.

“Setiap daerah punya pakem dan ciri khas masing-masing. Wayang Malangan juga memiliki karakter yang berbeda, sehingga harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai identitas budaya daerah,” ujarnya kepada RRI dalam program Suara Budaya Nusantara yang disiarkan Pro 4 RRI seluruh Indonesia, Kamis (21/5/2026)

Meski demikian, Dyan menilai inovasi tetap diperlukan agar wayang kulit tidak ditinggalkan generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi justru dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan seni tradisional dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima anak muda.

“Kalau wayang dijadikan animasi menurut saya tidak masalah, karena kita juga harus mengikuti perkembangan zaman. Yang penting nilai budaya dan pakemnya tetap dipertahankan,” katanya.

Ia menambahkan, media sosial kini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan wayang kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui konten digital, pertunjukan wayang tidak lagi terbatas pada panggung pertunjukan, tetapi juga dapat dinikmati kapan saja oleh generasi muda melalui platform digital.

Menurut Dyan, tantangan terbesar pelestarian wayang saat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga bagaimana membuat generasi muda tertarik mengenal budaya sendiri. Karena itu, ia berharap semakin banyak pelaku seni yang memanfaatkan teknologi secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....