AI Bantu UMKM Tingkatkan Strategi Pemasaran
- 10 Mei 2026 11:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID – Malang: Pelaku UMKM dinilai masih menghadapi berbagai kesulitan mendasar dalam menjalankan pemasaran digital ditengah perkembangan teknologi saat ini modern. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai solusi praktis meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus mempercepat pertumbuhan usaha kecil.
“Kecerdasan buatan bukan sekadar mengikuti tren, melainkan membantu kebutuhan bisnis sehari-hari pelaku UMKM. Teknologi AI bisa mendukung proses pemasaran mulai pencarian ide hingga penyusunan strategi konten media sosial digital,” kata Siktarina Arum - Trainer Al Ignition dan Founder Lucky Charm, Jum’at (8/5/2026).
Ia mencontohkan pelaku usaha sering kesulitan menentukan ide unggahan Instagram agar tetap konsisten mengikuti kebutuhan algoritma platform digital. Padahal konsistensi membuat konten menjadi faktor penting supaya produk UMKM tetap terlihat oleh calon pelanggan potensial setiap harinya.
“Melalui teknologi AI, pelaku UMKM bisa meminta rekomendasi ide konten sesuai karakteristik produk dan target pasar bisnisnya sendiri. Kecerdasan buatan juga membantu menyusun kalender konten sehingga aktivitas pemasaran menjadi lebih teratur serta efektif dijalankan setiap minggu. Selain membantu ide kreatif, AI bisa menghemat waktu kita apalagi saat mengalami kebuntuan membuat materi promosi digital. Teknologi ini dapat menyusun skrip, konsep video, hingga caption pemasaran sesuai kebutuhan bisnis pelaku UMKM masa kini modern,” imbuhnya.
Sikta menjelaskan kualitas hasil AI sangat bergantung pada ketepatan perintah atau prompt yang diberikan pengguna kepada sistem digital. Menurutnya, perintah terlalu umum sering menghasilkan jawaban kurang sesuai sehingga pengguna perlu memberikan instruksi secara lebih spesifik.
“Pengguna AI hasur menulis detail produk, target pasar, tujuan pemasaran, serta gaya bahasa sesuai karakter calon konsumennya sendiri. Sebagai contoh, promosi produk burger sebaiknya mencantumkan usia pelanggan hingga tujuan meningkatkan pembelian produk melalui media sosial. Kita bisa menentukan batas jumlah kata maupun gaya bahasa formal atau santai dalam pembuatan konten digital. Pendekatan tersebut membuat hasil kecerdasan buatan lebih relevan dengan kebutuhan promosi dan karakter audiens yang dituju pelaku usaha,” ujarnya.
Sikta juga menyarankan pengguna memberikan peran tertentu kepada AI agar hasil konten menjadi lebih terarah sesuai kebutuhan bisnis.
“Misalnya, pengguna meminta AI berperan sebagai ahli pemasaran ataupun kreator konten sebelum menyusun strategi promosi produk digital. Dengan memanfaatan kecerdasan buatan ini membuka peluang besar bagi UMKM meningkatkan daya saing ditengah perkembangan teknologi digital modern global. Pelaku usaha juga harus menggunakan AI secara bijak dan bertanggungjawab sehingga pemasaran produk menjadi lebih efektif, kreatif, serta berkelanjutan kedepannya,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....