Makna Dari Tradisi Turun Mandi di Minangkabau
- 18 Jul 2024 18:26 WIB
- Padang
KBRN, Padang : Banyak tradisi budaya yang unik dimiliki oleh Sumatera Barat. .Salah satunya adalah sebuah tradisi yang disebut tradisi turun mandi.
Tradisi turun mandi merupakan tradisi dari masyarakat yang ada di beberapa daerah Sumatera Barat. Tradisi ini diselenggarakan apabila ada salah satu dari anggota keluarga atau dari kelompok suku melahirkan anak.
Maksud dan tujuan dijalankannya tradisi ini adalah untuk rasa syukur serta memperkenalkan anggota keluarga baru yaitu bayi yang baru lahir ke seluruh anggota keluarga atau ke masyarakat kampung. Secara harfiah, turun mandi ini memang membawa bayi ke sungai untuk dimandikan disana.
Rangkaian tradisi turun mandi ini diawali dengan penentuan tanggal untuk pelaksanaannya yang dilakukan dengan musyawarah mufakat antara pihak keluarga dengan pemuka adat setempat. Untuk saat ini penyelenggaraan tradisi ini biasanya disejalankan dengan pelaksanaan aqiqah bagi si bayi.
Pada saat yang telah ditentukan, maka seluruh pihak keluarga serta pemuka adat dan agama yang ada dilingkungan tempat tinggal orang tua bayi akan datang ke rumah. Tuan rumah juga akan menyediakan beberapa hidangan untuk nantinya dicicipi oleh para tamu yang telah datang.
Acara akan dimulai dengan membawa bayi ke sungai untuk dimandikan. Hal ini bermakna untuk membersihkan bayi secara fisik, serta mengandung makna agar si bayi dikenalkan kepada alam sekitarnya sejak dari dini.
Menurut Dian Anggraini, S.Pd, dari Bundo Kanduang, setelah prosesi mandi di sungai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan bersalawat yang diselenggarakan di rumah. Selain itu juga diletakkan beragam kue kering dan disusun sedemikian rupa yang diletakkan pada baki yang tinggi atau di Minangkabau biasa disebut dulang tinggi.
Setelah salawat selesai, maka akan dilanjutkan dengan mendengarkan pituah atau tausiyah yang disampaikan oleh pemuka adat beserta ustad yang turut hadir dalam prosesi ini. Kemudian, dari pihak "bako" atau keluarga dari ayah si bayi, anak tersebut akan di arak , lalu juga akan diberi hadiah yang beragam.
"Hadiah-hadiah yang diberikan itu beragam, mulai dari kain panjang untuk bedong, baju-baju atau pakaian bayi, hingga emas." kata Dian menjelaskan.
Rangkaian terakhir dari tradisi turun mandi ini diisi dengan doa. Biasanya doa yang dipanjatkan berisi harapan-harapan baik bagi si bayi agar selalu sehat, bertumbuh dan kembang dengan baik, menjadi anak yang saleh atau salehah, serta saat dewasa nanti bisa berbakti pada orangtua dan bermanfaat untuk agama, serta untuk masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....