“Gaslighting” Istilah Memutar Balik Fakta
- 27 Jun 2024 16:58 WIB
- Serui
KBRN, Serui : Beberapa waktu lalu istilah gaslighting marak digunakan di media sosial. Tak jarang warganet menggunakan istilah gaslighting untuk mendeskripsikan atau menceritakan kejadian atau pengalaman buruk mereka. Baik dalam hubungan maupun lingkup politik, penggunaan kata ini cukup sering digunakan.
Perbedaan pendapat adalah merupakan hal yang wajar dan normal serta bisa terjadi pada siapa saja . Akan tetapi tak jarang seseorang akan menggunakan pernyataan itu untuk mengecilkan pihak lain.
Lantas pernahkah anda merasakan atau bahkan mengalami gaslighting tersebut ? Dan apa arti dari gaslighting. Yuk, simak informasinya.
Mengutip laman Medical News Today, gaslighting adalah merupakan pelecehan secara psikologis. Pada kondisi ini, pelaku baik secara perorangan maupun kelompok akan mencoba untuk membuat orang lain mempertanyakan ingatan, persepsi, atau kewarasannya tentang realitas.
Kebiasaan ini menjadikan pelaku gaslighting berusaha memutarbalikkan fakta, untuk mendapatkan kendali atau kontrol atas orang lain. Serta korban dari perilaku gaslighting akan dibuat merasa bingung, tidak percaya diri, bahkan merasa cemas.
Dilansir dari laman Newport Institute, adapun istilah "gaslighting" di populerkan pertama kali dalam film Gaslight di tahun 1944 yang di adaptasi Alfred Hitchcock dari sebuah drama berjudul Angel Street tahun 1938. Film tersebut bercerita tentang seorang pria yang mencoba memanipulasi istrinya dan meyakinkan bahwa istrinya menjadi gila atau menderita penyakit mental, sehingga dia bisa mencuri kekayaan dari sang istri.
Nah , apabila anda mengalami gasligthing, dan mengganggu kesehatan emosional. Tentu bisa menurunkan produktivitas sehari-hari, maka segeralah untuk berkonsultasi ke pakar psikolog atau psikiater agar dilakukan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....