Deadliner, Kebiasaan Buruk yang Harus di Tinggalkan
- 10 Jan 2026 20:35 WIB
- Serui
KBRN, Serui: Kebiasaan mengerjakan tugas menjelang tenggat waktu atau yang sering disebut deadliner menjadi masalah umum di kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional.
Awalnya mungkin terasa menantang dan memacu adrenalin, namun jika terus dilakukan, kebiasaan ini justru menimbulkan stres, kualitas pekerjaan menurun, serta berisiko melewatkan tenggat.
Agar produktivitas meningkat dan pekerjaan lebih terkontrol, penting untuk mulai meninggalkan kebiasaan deadliner dan membangun manajemen waktu yang lebih baik.
1. Pahami Penyebab Kebiasaan Deadliner
Langkah pertama adalah mengenali alasan di balik kebiasaan ini. Apakah karena menunda-nunda, merasa tugas terlalu berat, kurang motivasi, atau tidak tahu harus mulai dari mana? Dengan memahami penyebabnya, solusi yang diambil akan lebih tepat sasaran.
2. Pecah Tugas Besar Menjadi Bagian Kecil
Tugas yang tampak besar sering membuat seseorang enggan memulai. Bagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikerjakan. Misalnya, daripada menulis “mengerjakan laporan”, ubahlah menjadi “mengumpulkan data”, “membuat kerangka”, dan “menulis pendahuluan”.
3. Buat Jadwal dan Tentukan Target Harian
Gunakan agenda, to-do list, atau aplikasi pengatur waktu untuk menyusun jadwal kerja. Tetapkan target harian yang realistis agar pekerjaan dapat diselesaikan secara bertahap, bukan sekaligus di akhir waktu.
4. Terapkan Aturan Mulai Sekarang
Biasakan diri untuk memulai tugas meskipun hanya selama 5–10 menit. Sering kali, bagian tersulit adalah memulai. Setelah memulai, biasanya motivasi akan muncul dengan sendirinya.
5. Kurangi Distraksi
Media sosial, notifikasi ponsel, atau obrolan yang tidak perlu dapat mengganggu fokus. Ciptakan lingkungan kerja yang kondusif dengan mematikan notifikasi sementara, memilih tempat yang tenang, atau menggunakan teknik fokus seperti Pomodoro (25 menit kerja, 5 menit istirahat).
6. Beri Penghargaan pada Diri Sendiri
Setiap kali berhasil menyelesaikan target lebih awal, beri diri sendiri apresiasi, misalnya dengan istirahat sejenak, menonton, atau menikmati makanan favorit. Cara ini membantu membangun kebiasaan positif terhadap disiplin waktu.
7. Ubah Pola Pikir tentang Deadline
Alih-alih menganggap deadline sebagai batas akhir untuk mulai bekerja, jadikan deadline sebagai batas akhir untuk menyelesaikan dan meninjau hasil kerja. Dengan pola pikir ini, Anda akan terdorong menyelesaikan tugas lebih awal dan memiliki waktu untuk memperbaiki kualitasnya.
Menghilangkan kebiasaan deadliner memang membutuhkan komitmen dan latihan, namun manfaatnya sangat besar bagi produktivitas dan kesehatan mental. Dengan memahami penyebab penundaan, mengatur waktu secara lebih terstruktur, serta membangun kebiasaan mulai lebih awal, pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih tenang dan maksimal.
Pada akhirnya, disiplin waktu bukan hanya soal menyelesaikan tugas tepat waktu, tetapi juga tentang menghargai diri sendiri dan kualitas hasil kerja yang dihasilkan. Semoga bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....