Suhu Ekstrem Tanda Nyata Perubahan Iklim Global
- 28 Okt 2025 19:31 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari : Cuaca panas ekstrem kini semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Suhu udara yang melampaui batas normal tidak hanya dirasakan di kawasan gurun, tetapi juga mulai memengaruhi kehidupan masyarakat di banyak negara. Fenomena ini menjadi perhatian serius para ilmuwan karena berkaitan erat dengan perubahan iklim global.
Salah satu wilayah yang mencatat suhu tertinggi di dunia adalah Kuwait. Pada 21 Juli 2016, kawasan Mitribah di negara tersebut mengalami suhu udara mencapai 54 derajat Celsius, menurut data resmi dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). Catatan ini menjadi rekor suhu udara tertinggi di dunia pada era modern.
Selain Kuwait, beberapa negara Timur Tengah lainnya seperti Irak, Iran, Arab Saudi, dan Qatar juga masuk dalam daftar wilayah dengan suhu ekstrem. Di Basra, Irak, misalnya, suhu udara pernah menembus 53,9 derajat Celsius. Sementara itu, NASA mencatat suhu permukaan tanah di Gurun Lut, Iran, pernah mencapai lebih dari 70 derajat Celsius, menjadikannya salah satu tempat paling panas di bumi.
Di luar kawasan Timur Tengah, wilayah Death Valley di California, Amerika Serikat, masih memegang rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah, yakni 56,7 derajat Celsius pada 10 Juli 1913. Rekor ini telah dikonfirmasi oleh WMO dan tercatat pula dalam Guinness World Records.
Para peneliti menyebut peningkatan suhu ekstrem ini sebagai sinyal kuat dari perubahan iklim global yang semakin nyata. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan, pertanian, hingga ketersediaan air bersih.
“Kenaikan suhu ekstrem seperti ini merupakan tanda bahaya bagi seluruh dunia. Diperlukan aksi bersama untuk menekan dampak perubahan iklim.
Sebagai masyarakat global, langkah sederhana seperti menghemat energi, menanam pohon, serta mengurangi penggunaan plastik dapat menjadi kontribusi kecil untuk menjaga bumi tetap layak huni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....