WKRI Papua Barat Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan dari Hal Kecil

  • 05 Mei 2026 07:32 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Pembina Wanita Katolik Republik Indonesia Papua Barat, Romo Januarius Vaenbes, mengajak kaum perempuan Katolik untuk berani menjadi agen perubahan di tengah keluarga maupun masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan talkshow interaktif dan inspiratif WKRI Papua Barat yang berlangsung di Manokwari pada Jumat, 1 Mei 2026.

Dalam arahannya, Romo Januarius menegaskan bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan gelar atau jabatan tinggi, melainkan keberanian untuk bertindak dari hal-hal sederhana.

“Tema yang bagus, menjadi Wanita Katolik, menjadi agen perubahan. Mau jadi agen perubahan tidak butuh gelar. Tidak butuh gelar,” kata Romo Januarius.

Ia menilai, setiap perempuan harus memiliki keberanian untuk menolak hal-hal yang tidak benar, termasuk kekerasan dalam rumah tangga maupun tindakan yang merugikan sesama.

“Sebagai seorang wanita, dia harus mengatakan pada dirinya sendiri, ‘Saya harus menjadi agen perubahan’. Mulai dari hal yang kecil, menolak untuk diam ketika melihat hal yang tidak beres. Ini yang paling penting,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan tidak boleh membiarkan tindakan kekerasan atau ketidakadilan terus terjadi dengan alasan menjaga hubungan keluarga. Kesadaran dan keberanian untuk bersikap menjadi langkah awal menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Romo Januarius juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Presidium WKRI Papua Barat, Eli, bersama jajaran pengurus dan peserta yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya bangga berada di tengah-tengah ibu-ibu semua. Terima kasih kepada Ibu Eli selaku Ketua Presidium bersama Ibu Lili dan para sahabat hati yang sudah meluangkan waktu hadir bersama dalam talkshow yang interaktif dan inspiratif ini,” ucapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran dan penguatan bagi perempuan Katolik di Papua Barat agar semakin aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial, keluarga, maupun gereja. Acara kemudian ditutup dengan doa dan pemberkatan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan WKRI Papua Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....