Filosopi Pohon Telur dalam Peringatan Maulid

  • 18 Sep 2025 14:24 WIB
  •  Serui

KBRN,Serui:Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah di Indonesia termasuk di Yapen Serui selalu diwarnai dengan kekayaan tradisi lokal . Salah satunya adalah pohon telur yang kerap dijumpai dalam perayaan Maulid, khususnya di Bugis Pinrang di Yapen Serui . Pohon telur yang biasanya terbuat dari batang pisang, dihias dengan beragam telur berwarna-warni, makanan, hingga pernak-pernik, bukan sekadar hiasan, melainkan sarat makna dan filosofi sebagai berikut:

1. Simbol Kehidupan dan Kesuburan

Telur dalam tradisi banyak budaya dianggap sebagai simbol kehidupan baru. Dalam konteks Maulid, telur melambangkan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kehadiran beliau membawa cahaya kehidupan dan menjadi titik awal peradaban Islam yang mulia.

2. Makna Kesyukuran dan Berbagi Rezeki

Telur-telur yang dipasang di batang pisang biasanya dibagikan kembali kepada jamaah setelah acara Maulid. Hal ini mencerminkan nilai berbagi rezeki dan mempererat silaturahmi. Sejalan dengan ajaran Islam, berbagi makanan adalah bentuk syukur atas nikmat Allah sekaligus wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

3. Warna-warni sebagai Lambang Kebersamaan

Hiasan telur yang berwarna-warni mencerminkan keberagaman umat Islam. Meski berbeda latar belakang, adat, dan profesi, umat Islam tetap bersatu dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Warna-warni itu menjadi lambang indahnya persaudaraan dalam keberagaman.

4. Batang Pisang sebagai Filosofi Kehidupan

Batang pisang yang digunakan sebagai tempat menancapkan telur juga memiliki filosofi. Pohon pisang adalah tumbuhan yang seluruh bagiannya bermanfaat: daun, batang, buah, hingga akarnya. Filosofi ini sejalan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang setiap sisi kehidupannya memberikan manfaat dan teladan bagi umat manusia.

5. Sarana Pendidikan dan Dakwah

Bagi anak-anak dan generasi muda, pohon telur menjadi daya tarik tersendiri. Selain menghadirkan suasana meriah, tradisi ini juga menjadi media pendidikan budaya dan agama. Anak-anak belajar bahwa Maulid bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk memahami nilai syukur, berbagi, dan meneladani Rasulullah.

Tradisi pohon telur dalam peringatan Maulid bukan sekadar warisan budaya, melainkan media dakwah yang penuh simbol. Ia mengajarkan umat Islam tentang kehidupan, syukur, kebersamaan, dan manfaat, selaras dengan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dengan memaknai filosofi di balik pohon telur, peringatan Maulid menjadi lebih dari sekadar perayaan: ia adalah pengingat spiritual untuk semakin mencintai dan meneladani Rasulullah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....