Radio 80 Tahun, Tetap Relevan di Era Digital

  • 10 Sep 2025 02:26 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Di tengah derasnya arus media sosial dan platform streaming, radio masih berdiri kokoh sebagai salah satu media yang dipercaya masyarakat. Meski kerap disebut media jadul, faktanya radio tetap relevan bahkan terus bertransformasi untuk menjangkau generasi baru.

Sejarah panjang radio di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, radio pertama yang mengudara adalah Bataviase Radio Vereniging (BRV) pada 1925 di Batavia, kini Jakarta. Setelah kemerdekaan, Radio Republik Indonesia (RRI) lahir pada 11 September 1945, menjadi radio nasional pertama milik pemerintah yang menyuarakan semangat perjuangan bangsa.

Sejak saat itu, radio tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga perekat persatuan. Informasi disampaikan secara cepat, mulai dari berita politik, kondisi cuaca, lalu lintas, hingga peringatan bencana alam. Di daerah yang sulit dijangkau internet, radio tetap menjadi sumber informasi utama yang andal.

Selain fungsi informatif, radio hadir sebagai hiburan terjangkau bagi semua kalangan. Musik, drama radio, kuis, hingga dialog interaktif dapat dinikmati tanpa perlu perangkat mahal atau layanan berbayar. Sifatnya yang sederhana membuat radio mudah diakses siapa saja, kapan saja.

Keunggulan lain radio adalah mobilitas. Pendengar dapat menikmatinya sambil berkendara, bekerja, hingga beraktivitas sehari-hari. Suara penyiar yang akrab dan khas mampu menciptakan kedekatan emosional, seolah menjadi teman setia yang hadir di ruang-ruang pribadi pendengarnya.

Radio lokal pun memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Melalui siaran berbahasa daerah, lagu tradisional, hingga liputan kegiatan masyarakat, radio menjaga identitas kultural sekaligus memperkuat rasa kebersamaan. Hal ini membuktikan bahwa radio bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang kebudayaan.

Kini, di era digital, radio telah bertransformasi menjadi platform yang inklusif dan adaptif. Kehadirannya di ranah daring, aplikasi, dan streaming menjadikan radio semakin mudah dijangkau generasi muda. Delapan dekade sudah suara radio menggema, dan bukti sejarah menunjukkan: radio tidak pernah padam.

Seperti dikatakan Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, Anom Andadari bahwa radio akan terus hidup di tengah masyarakat sebab kemampuannya dalam beradaptasi telah teruji dari masa ke masa.

"Radio terutama RRI terus melakukan upaya konvergensi media sehingga menjangkau seluruh publik pendengar di seluruh platform digital," kata Anom pada Rabu (10/9/2025).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....