Viral Fenomena Medium Well di TikTok, ini Penjelasannya

  • 27 Jul 2025 19:47 WIB
  •  Serui

KBRN, Serui: Istilah "Medium Well" pada awalnya merupakan istilah kuliner untuk tingkat kematangan steak: daging hampir matang sempurna dengan sedikit sisa rosa di bagian tengah (suhu internal sekitar 66–68 °C). Namun, baru-baru ini gerakan sosial media mengadopsi istilah ini untuk menyebut fase kehidupan seseorang, terutama wanita, dengan makna yang lebih metaforis.

Fenomena ini mulai populer setelah unggahan dari akun TikTok @handinyvidya yang curhat mengalami "krisis panggilan" karena berada di fase usia yang dikategorikan sebagai Medium Well: "Kadang dipanggil buk, kadang dipanggil mbak, kadang dipanggil tante". Dalam konteks ini, "medium well" mewakili usia yang tidak lagi muda (medium), tetapi belum sepenuhnya matang seperti “well done”.

Melansir laman JatimNetwork, istilah ini bukan hanya sekadar soal usia kronologis, tetapi lebih menggambarkan tingkat kematangan emosional atau mental seseorang. Berbeda dengan “medium rare” atau “rare” yang melambangkan “prematur” baik secara mental maupun emosional. Medium Rare / Rare adalah usia maupun tingkat kematangan yang masih mentah atau belum siap. Medium → Medium Well → Well Done: berturut‑turut menggambarkan proses pendewasaan.

Lalu mengapa jadi tren, hal ini di sebabkan oleh:

1. Kalimat yang relatable

karena banyak wanita merasa berada di titik di mana panggilan sapaan berubah-ubah antara “mbak”, “bu”, atau “tante”, mencerminkan ketidakjelasan fase kehidupan.

2. Penggunaan istilah unik dari dunia kuliner

Memberi sentuhan kreatif dan humor dalam percakapan keseharian.

3. Konten curhat & reflektif

Mendukung tren video TikTok yang menampilkan pengalaman personal dan dirasakan banyak penonton.

"Usia Medium Well" adalah istilah viral dari TikTok untuk menggambarkan fase usia manusia (terutama wanita) yang ambigu atau sudah dewasa tapi masih merasa belum sepenuhnya matang. Memunculkan pengalaman panggilan yang tidak konsisten dan refleksi soal identitas serta kedewasaan.

Mengambil referensi dari tingkat kematangan steak, fenomena ini jadi simbol metaforis yang lucu sekaligus menyentuh. Fenomena ini menggambarkan bagaimana warganet mampu memanfaatkan istilah sehari-hari yang sederhana dan mengubahnya menjadi konten sosial yang reflektif serta menghibur.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....