Uniknya Kopi Luwak Organik Nagari Palupauh
- 25 Nov 2022 12:03 WIB
- Padang
KBRN,
Padang: Salah satu kopi khas Indonesia yang dikenal dunia adalah kopi luwak
yang juga dihasilkan di Sumatera Barat tepatnya di Desa Batang Palupuah,
Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Unik, karena Kopi Luwak yang diproduksi di
Nagari Palupuah bukan hasil pembudidayaan, namun dari luwak atau musang liar yang
dikumpulkan warga dari hutan.
Ketua Pokdarwis Koto Rantang Palupuah Yonizon mengungkapkan, dahulu Desa Batang Palupuah merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik. Sebagian besar tanaman kopi tumbuh di hutan sehingga banyak batang kopi yang sudah tua dan tidak terawat.
"Jadi yang memanen buah kopi tersebut adalah luwak. Mereka memakan biji kopi yang sudah masak.” ungkap Yonizon pada RRI Padang, Jumat (25/11/2022).
Luwak memilih kopi yang betul-betul matang. Kopi matang yang dimakan luwak akan dikeluarkan kembali dalam bentuk kotoran namun tetap higienis karena biji kopi tetap terlindungi oleh lapisan kulit ari yang kuat.
“Biji kopi yang dimakan luwak bisa kita jumpai di kebun kopi di lokasi mereka buang air besar. Biasanya mereka buang air besar di tempat yang sama” tambah Yonizon.
Seorang pengelola sekaligus perintis Usaha Kopi Luwak di Nagari Palupuah, Umul Khairi yang menamai usahanya dengan Rafflesia Luwak Coffee mengatakan, kopi luwak organik tersebut dikerjakan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan tidak bersifat komersial. Sejak tahun 2010, Umul mulai membuka usaha yang dimentori oleh warga asing yang berdomisili di Bali.
“Setiap tamu yang datang ke sini akan diedukasi dan mendengar informasi selengkapnya mengenai detail pembuatan kopi luwak” imbuh Umul.
Menjadi
satu hal yang menarik karena semua pekerja di Rafflesia Luwak Coffee adalah ibu rumah tangga. Hebatnya, mereka sudah dibekali
ilmu berbahasa asing sehingga bisa berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara yang
datang menikmati kopi luwak.
“Kelompok KTH kami mendapat bantuan untuk kopi roaster secara modern oleh Dinas Kehutanan Sumatera Barat yang nantinya akan dikembangkan menjadi cafe kekinian” tambah Umul.
Saat ini Rafflesia Luwak Coffe dibanderol dengan harga 200 ribu rupiah/ons. Hal ini akan membantu perekonomian masyarakat setempat serta menjadi salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan dengan moment Visit Beautiful West Sumatera 2023 yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....