Gulo Saka Olahan Tebu Khas Nagari Lawang
- 09 Mei 2024 18:08 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Rasa manis dari gula memberikan cita rasa tersendiri untuk kue dan makanan tertentu. Gula yang berasal dari tebu diolah sedemikian rupa menjadi bentuk kristal putih dengan rasa yang manis.
Namun ada jenis gula yang warnanya bukan putih. Di Nagari Lawang, Kabupaten Agam Sumatera Barat, tebu diolah menjadi gula berwarna cokelat kehitaman.
Meski hasil olahannya berwarna cokelat kehitaman, namun orang juga mengenalnya dengan nama gula merah dan dalam bahasa Minang disebut "gulo saka". Jika gulo saka yang biasa kita konsumsi berasal dari pohon aren maka gulo saka dari nagari Lawang berasal dari olahan tebu.
Gulo saka dari nagari Lawang ini diolah dengan cara yang masih tradisional, yakni menggunakan tenaga kerbau. Menurut Asrul (58) pemilik salah satu kilang tebu di nagari Lawang walaupun cara tradisional ini memakan waktu yang lama namun ia dan keluarganya masih tetap bertahan menggunakannya karena rasa yang dihasilkan berbeda.
Asrul mengatakan pengolahan tebu menjadi saka dengan menggunakan mesin kadang terasa sedikit pahit, berbeda dengan cara tradisional menggunakan kerbau akan menghasilkan rasa yang enak dan manis. Hal inilah yang menyebabkan Pak Asrul dan keluarga sampai saat ini masih menggunakan cara tersebut untuk menggiling tebu kemudian diolah menjadi gulo saka.
Untuk proses pengolahan gulo saka itu sendiri yaitu tebu yang sudah digiling menggunakan tenaga kerbau disaring dan dimasak dalam kuali selama lebih kurang 3 jam sampai berwarna cokelat kehitaman. Setelah dimasak gulo saka dicetak menggunakan batok kelapa yang sudah dibersihkan hingga mengeras, jika sudah mengeras maka gulo saka dari nagari Lawang siap untuk diolah menjadi makanan ataupun minuman yang akan menghasilkan rasa enak dan manis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....