Bali Jadi Percontohan Nasional Vaksin Heksavalen Terpadu
- 08 Okt 2025 15:04 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Provinsi Bali kembali dipercaya menjadi daerah percontohan nasional dalam penerapan program kesehatan inovatif. Kali ini, Bali ditunjuk sebagai salah satu dari tiga wilayah di Indonesia yang akan mengimplementasikan Vaksin Heksavalen, vaksin kombinasi dengan enam perlindungan penyakit dalam satu suntikan.
Selain Bali, dua daerah lain yang menjadi percontohan nasional adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini mulai dilaksanakan pada Oktober 2025, menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.
Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio. Vaksin ini sekaligus menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan yang sebelumnya dilakukan dengan beberapa kali suntikan terpisah.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut penunjukan Bali sebagai daerah percontohan menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan sistem kesehatan di daerah.
“Bali dinilai siap dari sisi fasilitas, tenaga kesehatan, dan cakupan imunisasi yang konsisten tinggi. Kami tentu bangga bisa menjadi bagian dari peluncuran awal vaksin Heksavalen,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan, vaksin ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap keluhan masyarakat mengenai banyaknya suntikan yang harus diterima bayi saat imunisasi dasar.
“Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali. Ini jauh lebih nyaman bagi bayi dan orang tua,” ucapnya menambahkan.
Dari sisi tenaga kesehatan, vaksin Heksavalen juga memberi efisiensi layanan karena proses penyuntikan menjadi lebih cepat dan praktis. Program ini akan dilakukan serentak di puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, dan posyandu.
Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal mencakup sekitar 2.450 bayi berusia 2 bulan hingga 2 bulan 29 hari. Dengan inovasi ini, pemerintah menargetkan capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) meningkat hingga 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi.
dr. Sebawa menegaskan, keberhasilan Bali sebagai daerah percontohan akan menjadi pijakan penting bagi penerapan vaksin Heksavalen di seluruh Indonesia.
“Kami berharap keberhasilan di Bali bisa menjadi model nasional dalam upaya melindungi generasi penerus bangsa dari penyakit berbahaya,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....