Manfaat Pare untuk Ibu Menyusui

  • 18 Mei 2025 19:20 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja : Menjadi ibu menyusui adalah perjalanan yang menantang sekaligus membahagiakan. Di tengah kesibukan mengasuh bayi, ibu perlu menjaga asupan makanan yang tidak hanya bergizi tetapi juga mendukung produksi dan kualitas air susu ibu (ASI). Salah satu bahan alami yang sering terlupakan karena rasanya yang pahit namun sebenarnya sangat bermanfaat adalah pare (Momordica charantia).

Pare mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama dalam masa menyusui. Beberapa kandungan utama dalam pare, Vitamin C sebagai antioksidan tinggi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Vitamin A yang mendukung kesehatan mata dan sistem imun.

Pare juga mengandung Folat sebagai bahan penting untuk regenerasi sel dan pemulihan pasca persalinan termasuk serat yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, termasuk Zat Besi yang mencegah anemia pasca melahirkan serta mengandung Kalsium dan Magnesium yang embantu menjaga kesehatan tulang dan mencegah kram otot.

Dengan komposisi gizi tersebut, pare bukan hanya menyehatkan ibu tetapi juga mendukung pertumbuhan dan kekebalan tubuh bayi melalui ASI, sebab pare dipercaya sebagai salah satu galaktagog alami, yaitu makanan atau ramuan yang bisa membantu merangsang produksi ASI.

Meskipun belum banyak bukti ilmiah kuat mengenai hal ini, banyak pengalaman ibu menyusui di berbagai budaya, termasuk di Asia dan Afrika, yang menyatakan bahwa konsumsi pare secara rutin bisa membantu memperlancar ASI.

Selain menghasilkan ASI, ibu juga perlu pulih dari proses persalinan. Kandungan vitamin C, zat besi dan antioksidan dalam pare membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi, dan mempercepat pemulihan energi. Vitamin C juga berperan penting dalam penyerapan zat besi dan mempercepat penyembuhan luka bagi ibu yang menjalani persalinan normal maupun sesar.

Setelah melahirkan, sebagian ibu mengalami perubahan metabolisme yang memengaruhi kadar gula darah. Pare dikenal luas memiliki efek hipoglikemik, yang artinya dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Ini sangat bermanfaat bagi ibu menyusui yang pernah mengalami diabetes gestasional atau yang ingin menjaga kadar gula agar tetap stabil. Namun, konsumsinya harus diawasi, terutama jika ibu memiliki riwayat hipoglikemia atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

Kandungan serat yang tinggi dalam pare menjadikannya salah satu sayuran terbaik untuk mendukung fungsi pencernaan. Ibu menyusui sering mengalami masalah seperti sembelit atau kembung karena perubahan hormon dan pola makan yang tidak teratur. Mengonsumsi pare dapat membantu meningkatkan gerakan usus, menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan mencegah sembelit pasca persalinan

Nutrisi yang dikonsumsi ibu akan memengaruhi kualitas ASI yang diberikan pada bayi. Pare, dengan berbagai kandungan vitaminnya, ikut menyumbangkan mikronutrien penting yang disalurkan melalui ASI ke bayi. Ini termasuk vitamin A dan C, yang berperan dalam meningkatkan sistem imun bayi dan membantu perkembangan organ tubuhnya.

Pare yang memiliki sifat detoks alami. Kandungan antioksidan dan senyawa aktif seperti momordicin dan charantin dapat membantu tubuh mengeluarkan racun secara alami, memperbaiki fungsi hati, dan menyeimbangkan metabolisme. Proses ini secara tidak langsung berdampak pada kualitas ASI yang lebih bersih dan bernutrisi tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....