Sekolah Garuda Jadi Simbol Kebangkitan Pendidikan Anak-anak Perbatasan

  • 08 Okt 2025 18:17 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tanjung Selor : Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, menyoroti pentingnya pembangunan sekolah unggulan di wilayah perbatasan sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan keterbatasan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri, khususnya di Malaysia.

Arrmanatha menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Garuda di Kaltara merupakan simbol kemajuan pendidikan bangsa yang berkeadilan dan inklusif.

Menurutnya, ribuan anak-anak PMI di Malaysia masih menghadapi kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Saat ini ada sekitar 11 ribu anak Indonesia yang bisa bersekolah di Malaysia, namun banyak di antara mereka hanya sampai tingkat SMP. Setelah itu mereka putus sekolah karena tidak ada jenjang SMA. Ini tentu menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Arrmanatha di Tanjung Selor, Rabu (8/10/2025).

BACA JUGA : Sekolah Garuda "Lahirkan Pemimpin Masa Depan" dari Perbatasan

Wamenlu menjelaskan, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Malaysia telah berupaya menyediakan Community Learning Center (CLC) bagi anak-anak PMI.

Namun, ia menilai masih banyak keterbatasan dalam sistem tersebut, sehingga diperlukan sekolah unggulan di dalam negeri, khususnya di daerah perbatasan, agar dapat menjadi pusat motivasi dan pembinaan generasi muda Indonesia.

“Sekolah Garuda ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak Indonesia, baik yang berada di perbatasan maupun di seberang, untuk terus belajar dan tidak menjadi lost generation. Dengan fasilitas dan kurikulum yang baik, mereka akan melihat bahwa sistem pendidikan Indonesia juga maju dan mampu bersaing,” tuturnya.

Arrmanatha menambahkan, kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikannya.

Ia menyebut pembangunan sekolah unggulan di perbatasan dalam pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok negeri.

“Kemajuan bangsa ini akan lahir dari sistem pendidikan yang kuat dan merata. Apa yang dibangun di sini bukan hanya gedung sekolah, tapi masa depan generasi penerus bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA : Kurikulum Khusus Sekolah Garuda, Cetak Putra Daerah Berkualitas

Dengan berdirinya Sekolah Garuda di Provinsi Kaltara, pemerintah berharap anak-anak di kawasan perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas tanpa harus menyeberang ke negara lain.

Dia menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri akan terus mendukung inisiatif pembangunan pendidikan di kawasan perbatasan sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan dan investasi masa depan bangsa.

“Inilah wujud diplomasi nyata. Pendidikan bukan hanya tentang belajar di kelas, tapi tentang membangun martabat bangsa. Sekolah Garuda adalah simbol kebangkitan itu,” pungkasnya. (Ramlan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....