Kurikulum Khusus Sekolah Garuda, Cetak Putra Daerah Berkualitas
- 08 Okt 2025 19:20 WIB
- Tarakan
KBRN, Tanjung Selor : Direktorat Jenderal Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Saintek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI menegaskan bahwa Sekolah Garuda di Kaltara akan menjadi pusat pendidikan unggulan dengan kurikulum khusus yang menggabungkan kurikulum nasional, pengayaan global, serta pendidikan karakter kebangsaan.
Dirjen Saintek Kemdiktisaintek RI, Prof. Ahmad Najib Burhani, mengatakan Sekolah Garuda di Kaltara merupakan sekolah keempat yang dibangun pemerintah, setelah sebelumnya berdiri di Soe (Nusa Tenggara Timur), Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara).
“Pembangunan dimulai tahun ini dan ditargetkan selesai tahun ini juga. Nantinya, pada tahun 2026 akan dimulai dengan mata pelajaran dan kurikulum baru yang menjadi ciri khas Sekolah Garuda,” ujar Najib di Tanjung Selor, Selasa (8/10/2025).
BACA JUGA : Sekolah Garuda Jadi Simbol Kebangkitan Pendidikan Anak-anak Perbatasan
| Baca juga: SPPG ke-24 di Tarakan Beroperasi |
Ia menjelaskan, Sekolah Garuda di Kaltara mengusung konsep Nusantara, di mana siswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Namun tetap akan memprioritaskan putra-putri daerah setempat melalui mekanisme seleksi nasional.
“Siswanya diutamakan dari sini, tetapi konsepnya Nusantara. Artinya, nanti ada siswa dari berbagai provinsi yang diseleksi secara nasional dan ditempatkan di sini, dengan kuota khusus untuk daerah Kalimantan Utara,” jelasnya.
Dia menegaskan, sekolah ini tidak hanya menampung siswa dari beragam latar belakang, tetapi juga menggabungkan unsur budaya lokal dalam setiap elemen pembangunan.
“Konsepnya mirip dengan Sekolah Garuda lainnya, tetapi kekayaan lokal tetap diadopsi. Desain bangunan dan kultur akan disesuaikan dengan kearifan lokal, meski dari segi standar fasilitas dan laboratorium semuanya berstandar internasional,” tambahnya.
Terkait kurikulum khusus yang diterapkan, Najib mengatakan Sekolah Garuda akan menjadi model pendidikan terpadu untuk menyiapkan generasi masa depan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan siap memimpin bangsa di berbagai bidang.
“Kita mengembangkan tiga pilar kurikulum. Kurikulum nasional, pengayaan global, dan pendidikan karakter. Tujuannya untuk melahirkan pemimpin bangsa dan pemimpin ilmu pengetahuan yang mengabdi untuk masyarakat,” tuturnya.
BACA JUGA : Sekolah Garuda "Lahirkan Pemimpin Masa Depan" dari Perbatasan
Setiap Sekolah Garuda menampung sekitar 400 siswa, dengan total kuota nasional 160 siswa baru setiap tahun.
Dari jumlah tersebut, sebagian dialokasikan untuk siswa lokal, sementara lainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Najib juga menyebutkan, penamaan resmi Sekolah Garuda akan dibahas lebih lanjut.
Namun kemungkinan besar akan menggunakan sistem penomoran seperti SMA Garuda 1, 2, 3, dan 4, di mana sekolah di Kaltara akan menjadi yang keempat.
“Kami berharap Sekolah Garuda menjadi simbol persatuan dan inovasi pendidikan Indonesia, tempat lahirnya generasi unggul yang berpikir global, berjiwa nasional, dan berakar kuat pada budaya lokal,” pungkasnya. (Ramlan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....