Laut, Edukasi, dan Kreativitas Napas Baru Potensi Investasi Bontang

  • 06 Nov 2025 15:00 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Bontang: Pemerintah Kota Bontang terus memperluas langkah transformasi ekonominya dari kota industri menuju kota wisata yang hijau, edukatif, dan kreatif. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Bontang secara resmi membuka peluang investasi hijau bagi investor nasional dan internasional dalam pengembangan sektor wisata edukatif dan kreatif.

Langkah strategis ini menandai fase baru dalam perjalanan pembangunan ekonomi Bontang yang selama ini dikenal dengan industri berbasis energi. Kini, Bontang berkomitmen menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang menyatukan keindahan alam, pembelajaran lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Bontang 2025–2035, yang menempatkan sektor pariwisata edukatif dan industri kreatif sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi baru daerah.

Ketua Tim Kajian Pemetaan Potensi dan Peluang Investasi Kota Bontang sekaligus Koordinator Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, Dr. Rahcmad Budi Suharto, menegaskan bahwa potensi wisata Bontang tidak hanya menjanjikan keindahan alam, tetapi juga peluang ekonomi besar.

“Bontang membuka pintu lebar bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor wisata ramah lingkungan dan edukatif. EduPark dan ekowisata pesisir akan menjadi simbol transformasi ekonomi Bontang menuju kota industri yang hijau dan inklusif,” kata Dr. Rahcmad.

Destinasi Unggulan Siap Jadi Lokasi Investasi

Dari hasil kajian potensi investasi, DPMPTSP Bontang mengidentifikasi sejumlah destinasi unggulan yang siap dikembangkan melalui kemitraan publik–swasta (PPP).

- Hutan Mangrove Bontang Kuala

Dirancang sebagai Eco-EduPark dengan menara pandang, galeri konservasi, eco-café, dan jembatan kayu menuju kawasan mangrove. Menawarkan wisata edukatif berbasis konservasi lingkungan.

Kawasan Hutan Mangrove di Kota Bontang (Foto: RRI/ DPMPTSP Bontang).

- Pulau Beras Basah

Menjadi ikon wisata utama dengan konsep eco-resort dan family beach park berbasis energi surya. Dikenal dengan pantai pasir putih dan laut jernih yang siap menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

- Pulau Tihi-Tihi

Dikembangkan menjadi kawasan wisata bahari dan konservasi terumbu karang berbasis masyarakat, lengkap dengan snorkeling area dan marine EduPark.

- Desa Wisata Malahing & Bontang Kuala

Menawarkan pengalaman wisata budaya dan kuliner laut melalui floating homestay, seafood center, dan pusat kerajinan UMKM berbasis tradisi lokal.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pemerintah daerah siap memberikan berbagai kemudahan investasi kepada pelaku usaha yang berkomitmen terhadap prinsip ramah lingkungan.

“Kami menyediakan lahan strategis, pendampingan perizinan yang cepat, serta insentif fiskal bagi investor hijau. Skema PPP akan menjadi model unggulan agar pemerintah dan swasta dapat berkolaborasi secara fleksibel dan saling menguntungkan,” ucap Aspiannur.

Integrasi Wisata dan Industri Kreatif Lokal

Pengembangan kawasan EduPark dan ekowisata pesisir Bontang juga akan disinergikan dengan sektor industri kreatif lokal. Produk unggulan seperti kuliner laut, kerajinan logam, seni digital, dan desain suvenir akan menjadi bagian dari ekosistem wisata terpadu.

Pemerintah berencana menghadirkan Creative Hub di dalam kawasan EduPark sebagai wadah promosi, pameran, dan pemasaran produk lokal, sehingga pelaku UMKM dapat tumbuh bersama sektor pariwisata.

Kawasan Integrasi Wisata dan Industri Kreatif Lokal menjadi daya tarik wisata Bontang ( Foto: RRI/ DPMPTSP Bontang).

“Dengan lokasi strategis di pesisir Kalimantan Timur yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Bontang berpotensi menjadi destinasi investasi wisata dan ekonomi kreatif paling prospektif di Indonesia timur,” ujar Aspiannur.

Transformasi Hijau Menuju Kota Masa Depan

Inisiatif investasi hijau ini bukan hanya bagian dari agenda lokal, tetapi juga mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui kolaborasi pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat, Bontang bertekad menjadi kota industri yang tangguh di sektor energi sekaligus pusat wisata edukatif dan kreatif yang berkelanjutan.

“Bontang kini bukan sekadar kota industri, tetapi juga kota masa depan yang menggabungkan ekologi, ekonomi, dan edukasi,” kata Aspiannur, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....