Pembangunan Drainase Samarinda Kurangi Durasi Banjir Secara Signifikan

  • 06 Okt 2025 18:11 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menanggulangi genangan air mulai menunjukkan hasil nyata. Melalui pembangunan dan perbaikan sistem drainase di berbagai titik, durasi banjir di kawasan padat kini berkurang drastis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Samarinda, Darmadi, menyebutkan hasilnya terlihat dari cepatnya air surut setelah hujan deras. “Kalau dulu banjir bisa empat jam baru surut, sekarang satu jam saja sudah kering,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Meski belum sepenuhnya menuntaskan persoalan banjir, Darmadi menilai perbaikan drainase telah memberikan dampak signifikan terhadap kondisi genangan di sejumlah wilayah. Ia menjelaskan, banjir di Samarinda merupakan persoalan sistemik yang tidak hanya dipicu hujan lokal, tetapi juga kiriman air dari kawasan hulu.

“Banjir itu sistem. Kadang ada hujan di sini, ada juga kiriman air dari hulu. Kalau dua-duanya terjadi bersamaan, genangan pasti muncul,” katanya.

Darmadi menegaskan, pembangunan drainase yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari sistem terpadu untuk menata aliran air kota. Pemerintah memprioritaskan titik rawan seperti Jalan M. Yamin, Sutomo, dan Khalid yang sering tergenang lama. Kawasan Saka juga menjadi perhatian karena masih menggunakan gorong-gorong kecil peninggalan lama.

Namun, pekerjaan di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Hambatan berupa utilitas bawah tanah seperti pipa PDAM, kabel Telkom, hingga tiang listrik kerap memperlambat proses pembangunan. “Kalau kerja di tengah kota itu banyak tantangan. Kadang utilitas di bawah tanah bikin waktu jadi lama. Kalau semua clear, pengerjaan bisa cepat,” ucapnya.

Selain itu, padatnya lalu lintas membuat sebagian pekerjaan dilakukan malam hari untuk menghindari gangguan aktivitas masyarakat. “Kalau siang padat, malam kita kerja. Itu juga salah satu strategi agar proyek tetap berjalan,” kata Darmadi.

Meski berbagai kendala masih dihadapi, Darmadi optimistis pembangunan drainase secara bertahap akan mampu menekan risiko banjir di Samarinda. “Kalau nanti semua saluran sudah tersambung satu sistem, insyaallah genangan bisa berkurang jauh,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....