Konsep Wisata Snackpacking yang Sedang Populer di Kalangan Gen Z

  • 30 Jul 2026 12:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember : Cara anak muda memaknai liburan telah mengalami pergeseran besar. Jika dahulu liburan idenditik dengan agenda rombongan keluarga, koper besar, dan daftar destinasi wisata populer yang padat, generasi muda saat ini memilih jalan yang berbeda. Liburan bukan lagi sekadar lepas dari rutinitas kerja atau kuliah, melainkan bentuk ekspresi diri, pencarian ketenangan jiwa, hingga investasi pengalaman.

Dilansir RRI dari laman kemenpar.go.id pada Kamis 30 Juli 2026, belakangan ini muncul tren beriburan dengan konsep baru dikalangan anak muda yaitu wisata snackpacking Istilah ini merujuk pada aktivitas berlibur dengan menjelajahi jajanan lokal khususnya di pasar tradisional. Namun konsep ini tidak sesederhana “mencari makan” namun juga menjadi pengalaman mengenal budaya suatu wilayah. Dibalik pasar tradisional yang identic dengan kegiatan jual beli, terdapat cerita sosial, identitas kuliner daerah tersebut yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjungnya.

Konsep wisata snackpacking menjadi tren dikalangan anak muda dikarenakan sekarang liburan tidak hanya mengenai foto-foto ditempat mainstream melainkan keinginan untuk mendapatkan pengalaman nyata. Pasar tradisional menawarkan interaksi langsung dengan pedagang, aroma khas, dan suasana yang tidak bisa ditemukan di pusat perbelanjaan modern. Selain pengalaman yang berbeda, dari segi biaya juga relatif terjangkau. Jajanan unik, suasana pasar, interaksi dengan pedagang juga dapat menjadi bahan konten menarik yang dapat menguntungkan berbagai pihak.Dari sisi konten kreator mereka dapat mendapatkan exposure, kemudian dari sisi penjual mereka mendapatkan keuntungan promosi gratis, dan dari wilayah tersebut juga menjadi dikenal luas oleh kalangan luas. Berikut ini beberapa tempat rekomendasi yang dapat menjadi destinasi wisata snackpacking :

  1. Pasar Santa (Jakarta) : Pasar Santa dikenal sebagai salah satu pasar yang dekat dengan budaya anak muda Jakarta. Berbeda dari bayangan pasar tradisional yang hanya dipenuhi kios kebutuhan harian, Pasar Santa memiliki karakter yang lebih kreatif, santai, dan eksperimental. Daya tarik Pasar Santa juga ada pada berbagai barang unik yang bisa ditemukan di beberapa sudutnya. Kamu dapat menjumpai kios yang menjual vinil, buku, majalah lama, aksesori, produk lokal, hingga pernak-pernik kreatif yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan biasa. Karena itu, aktivitas snackpacking di Pasar Santa tidak hanya berhenti pada mencicipi jajanan, tetapi juga menjadi pengalaman menjelajah budaya populer Jakarta. Sambil menikmati makanan, Kamu bisa melihat bagaimana pasar tradisional beradaptasi menjadi ruang kreatif yang tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat kota.

  2. Pasar Ngasem (Yogyakarta : Untuk kamu yang berkeinginan untuk snackpacking, pasar Ngasem bisa menjadi salah satu tempat menarik menjelajah kuliner khas Yogyakarta. Disini kamu bisa menemukan mulai dari jajanan pasar yang menggugah selera sampai dengan hidangan utama seperti gudeg dan minuman wedang. Harga yang relatif terjangkau membuat kamu ingin mencoba lagi bermacam-macam jenis makanan sekaligus, tanpa perlu mengocek kantong dalam-dalam. Selain berkuliner, pasar Ngasem juga menarik loh karena berdekatan dengan objek wisata sejarah, setelah mengisi perut dengan ber-snackpacking, kamu dapat langsung meluncur menjelajahi Taman Sari yang letaknya tidak jauh dari pasar Ngasem. Pengalaman ini membuat pasar Ngasem bukan hanya tempat seru berburu makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyatukan kental budaya dan keunikan dari Yogyakarta.

  3. Pasar Terapung Lok Baintan (Banjarmasin) : Di pasar terapung ini, wisatawan dapat menemukan berbagai makanan dan jajanan khas Kalimantan Selatan. Beberapa yang menarik untuk dicoba antara lain kue bingka yang manis dan lembut, lontong orari dengan kuah khas Banjar yang gurih, serta kue apam Barabai yang dikenal sebagai jajanan tradisional populer. Selain itu, pedagang juga sering membawa buah-buahan segar, sayuran, kue basah, makanan ringan, hingga hasil kebun dari daerah sekitar. Semuanya ditata sederhana di atas perahu, sehingga pengalaman memilih jajanan terasa lebih dekat, spontan, dan autentik. Daya tarik Lok Baintan bukan hanya pada makanannya, tetapi juga pada suasana pasar yang unik. Wisatawan bisa melihat pedagang saling mendekatkan perahu, melakukan tawar-menawar, hingga menyerahkan barang dari satu perahu ke perahu lain. Jika beruntung, Kamu juga dapat mencicipi jajanan langsung dari pedagang di atas perahu sambil menikmati udara pagi dan pemandangan sungai. Pengalaman ini menjadikan snackpacking di Lok Baintan terasa lebih berkesan karena memadukan kuliner, tradisi sungai, dan cara hidup masyarakat lokal dalam satu perjalanan singkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....