Raline Shah Terpukau Arsitektur Pendopo Banyuwangi

  • 13 Jun 2026 12:43 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi - Keindahan dan konsep arsitektur Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi berhasil memikat artis dan model nasional Raline Shah. Bahkan, Raline beberapa kali melontarkan pujian saat berkeliling menikmati setiap sudut bangunan bersejarah yang mengusung konsep green building tersebut, Jumat, 12 Juni 2026 malam.

Raline berada di Banyuwangi selama empat hari, mulai Jumat, 12 Juni 2026 hingga Senin, 15 Juni 2026. Selain menghadiri kegiatan Satu Indonesia dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, ia juga menyempatkan diri singgah ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan bersama keluarganya. Dalam kunjungan tersebut, Raline didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Such a beautiful. Bagus sekali,” ujar Raline saat berkeliling area pendopo.

Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri sejak 1771. Bangunan tersebut direvitalisasi pada 2012 dengan melibatkan arsitek Adi Purnomo, dengan tetap mempertahankan nilai sejarah sekaligus menerapkan konsep arsitektur hijau atau green building.

Konsep tersebut diwujudkan melalui desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami sehingga mampu mengurangi penggunaan energi listrik. Salah satu bagian yang menarik perhatian Raline adalah guest house yang dirancang menyerupai bunker bawah tanah dengan hamparan rumput hijau sebagai atapnya.

“Keren. Tidak kelihatan kalau ada ruangan di dalam. Suasananya juga adem, bikin betah,” ungkap Raline.

Raline juga tampak berfoto bersama keluarganya di sejumlah sudut pendopo, termasuk area bukit hijau yang menjadi salah satu ikon kawasan tersebut serta hamparan rumput belakang pendopo yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi pertemuan luar ruangan.

Tak hanya menikmati arsitektur modern, Raline juga mengunjungi rumah adat Osing yang berada di area belakang pendopo. Ia mengamati konstruksi rumah tradisional tersebut yang dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan dengan sistem pasak kayu.

Perhatian Raline kemudian tertuju pada Sumur Sri Tanjung yang berada di belakang rumah adat Osing. Sumur tua tersebut dikenal sebagai bagian dari legenda asal-usul nama Banyuwangi dan menjadi salah satu daya tarik kawasan pendopo.

“Saya akan coba air sumur ini yang katanya bikin awet muda,” ujar Raline sambil tersenyum.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan pembangunan fasilitas publik di Banyuwangi tidak hanya mengedepankan fungsi, tetapi juga estetika dan pelestarian budaya lokal. Karena itu, berbagai bangunan publik di Banyuwangi dirancang dengan melibatkan arsitek nasional dan mengangkat identitas daerah.

“Banyuwangi ini membangun bersama arsitek, jadi tidak hanya memenuhi fungsinya namun juga unsur estetika. Kami juga menonjolkan gaya arsitektur lokal Banyuwangi untuk melestarikan kearifan lokal kita. Bahkan hotel dan homestay juga kami ‘paksa’ untuk menonjolkan kekhasan lokal dalam setiap desain bangunannya,” ujar Ipuk.

Selain Pendopo Sabha Swagata Blambangan, sejumlah bangunan ikonik di Banyuwangi juga dirancang oleh arsitek nasional. Di antaranya Bandara Banyuwangi dan Masjid Pendopo yang dirancang Andra Matin, Grand Watudodol dan Stadion Diponegoro karya Budi Pradono, serta kawasan heritage Inggrisan yang dirancang Yori Antar.

Selama berada di Banyuwangi, Raline dan keluarganya juga mengeksplorasi sejumlah destinasi unggulan daerah, seperti Desa Wisata Adat Kemiren, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal dengan keindahan alam serta keanekaragaman hayatinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....