Banyuwangi Jadi Home Base Pertama Santai Seaplane di Indonesia

  • 11 Jun 2026 08:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi - Banyuwangi dipilih menjadi home base pertama Santai Seaplane di Indonesia. Mulai Juli 2026, maskapai pesawat amfibi yang berfokus pada layanan wisata udara premium tersebut akan beroperasi dari Bandara Banyuwangi untuk melayani penerbangan charter dan wisata ke berbagai destinasi unggulan nasional.

CEO Seaplane Asia, Denis Keller, mengatakan Banyuwangi dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai penghubung Pulau Jawa dan Bali serta didukung ekosistem pariwisata yang dinilai lengkap.

“Banyuwangi sebagai gerbang yang menghubungkan Jawa dan Bali sehingga peluang untuk membuka konektivitas pariwisata sangat besar,” kata Denis saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Denis, Banyuwangi tidak hanya memiliki destinasi wisata alam bertaraf internasional, tetapi juga didukung atraksi budaya dan amenitas yang memadai. Kondisi tersebut dinilai memudahkan pengembangan jaringan penerbangan wisata ke berbagai destinasi di wilayah barat maupun timur Indonesia.

Ia menjelaskan, konsep yang ditawarkan Santai Seaplane bukan sekadar layanan transportasi udara, melainkan menghadirkan pengalaman wisata selama penerbangan. Wisatawan akan menikmati panorama alam dari udara dengan konsep perjalanan eksklusif.

“Seaplane bukan sekadar alat transportasi. Pengalaman selama penerbangan menjadi sesuatu yang menarik dan spesial. Kami ingin membawa pariwisata berkualitas dengan pengalaman premium yang lebih banyak lagi di Banyuwangi,” ujar Denis.

Selain melayani wisata premium, armada pesawat amfibi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan evakuasi medis maupun pengangkutan kargo ringan.

CEO Santai Seaplane, Wirmandi Sugriat, menambahkan pihaknya telah membuka home base di Bandara Banyuwangi dan menargetkan tiga armada beroperasi pada tahun pertama.

Pesawat yang digunakan adalah Cessna Caravan 208 EX Amphibian, pesawat amfibi yang mampu mendarat di landasan maupun perairan dan banyak digunakan untuk layanan penerbangan wisata di berbagai negara.

“Menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai basis operasional pertama memungkinkan kami menciptakan gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekologis tinggi. Tujuan kami membangun konektivitas bernilai tinggi yang mendukung pariwisata berkelanjutan,” kata Wirmandi.

Untuk layanan penerbangan, Santai Seaplane akan menerapkan dua skema. Pada beberapa rute wisata, penumpang dapat membeli tiket per kursi (by the seat), sementara rute lainnya akan dilayani melalui sistem sewa khusus (charter).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif dipilihnya Banyuwangi sebagai basis operasional pertama Santai Seaplane. Menurutnya, kehadiran layanan wisata udara premium akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Kehadiran layanan pariwisata udara premium ini kami harapkan semakin memperluas jangkauan wisata Banyuwangi dan menunjukkan kesiapan Banyuwangi sebagai destinasi wisata global,” ujar Ipuk.

Pertemuan tersebut juga dihadiri General Manager Bandara Banyuwangi dan Direktur Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pengembangan sektor penerbangan dan pariwisata di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....