Dukung Zero ODOL 2027, ASDP Atur Kendaraan Sesuai Kapasitas Kapal

  • 07 Okt 2026 01:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat pengaturan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan menyesuaikan distribusi berdasarkan jenis, dimensi, dan bobot kendaraan. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027 sekaligus untuk menjaga keselamatan selama proses pemuatan dan pelayaran.

Pengaturan kendaraan diterapkan dengan menyesuaikan karakteristik kendaraan dengan kapasitas kapal dan fasilitas dermaga. Movable Bridge (MB) I, II, dan III difokuskan melayani kendaraan kecil dan truk sedang, sedangkan LCM dan MB IV diarahkan untuk kendaraan logistik berukuran besar, termasuk kendaraan dengan bobot lebih dari 20 ton.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan kelancaran arus kendaraan harus tetap berjalan bersama penerapan standar keselamatan. Menurutnya, pelayanan tidak hanya diarahkan untuk mengurai antrean, tetapi juga memastikan kendaraan yang masuk kapal sesuai kapasitas dan karakteristik fasilitas penyeberangan.

“Fokus kami bukan hanya mempercepat penguraian antrean, tetapi memastikan setiap kendaraan dapat dilayani secara aman sesuai karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan kesiapan fasilitas pelabuhan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengaturan operasional,” ujar Heru, Selasa 6 Oktober 2026.

Setelah sempat mengalami peningkatan antrean, kondisi layanan di Pelabuhan Ketapang kembali lancar sejak Jumat sore, 2 Oktober 2026. Pemulihan tersebut didukung optimalisasi armada, penyesuaian pola operasi kapal dan dermaga, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi bersama regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

ASDP juga memperkuat kapasitas angkut dengan menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan untuk mendukung layanan Ketapang–Gilimanuk dan Tanjung Wangi–Lembar. Dermaga 2 Ketapang turut dioptimalkan untuk mendukung pengoperasian kapal perbantuan tersebut.

Bersama BPTD dan pemangku kepentingan terkait, ASDP menyesuaikan pola operasi kapal dan dermaga berdasarkan kondisi di lapangan. Ketika antrean meningkat, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dapat diterapkan untuk mempercepat pergerakan kapal sekaligus meningkatkan produktivitas pelayanan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pengaturan distribusi kendaraan juga diperkuat melalui peningkatan disiplin On Time Performance (OTP). Koordinasi dilakukan bersama Gapasdap, INFA, ASDP, BPTD, dan KSOP untuk menjaga pola serta waktu operasi kapal.

“Kendaraan yang telah masuk ke area pelabuhan dilayani secara tertib sesuai antrean. Distribusi kendaraan selanjutnya dilakukan berdasarkan karakteristik kendaraan serta kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga,” jelas Media.

ASDP menyatakan evaluasi operasional akan terus dilakukan, termasuk terhadap pola operasi kapal, penggunaan dermaga, dan distribusi kendaraan. Pengaturan tersebut diarahkan untuk mendukung penerapan Zero ODOL 2027 sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....