ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga Ketapang Jadi 50 Ton

  • 10 Sep 2026 18:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang terus meningkatkan kapasitas dermaga sebagai langkah mengantisipasi kepadatan kendaraan logistik di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Peningkatan dilakukan bertahap hingga seluruh dermaga movable bridge (MB) memiliki daya dukung 50 ton.

Saat ini, ASDP tengah membangun dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga MB berkapasitas 50 ton. Peningkatan serupa juga berlangsung di Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk untuk memperkuat layanan penyeberangan Jawa–Bali.

General Manager ASDP Ketapang Media Syahrianto mengatakan, setelah proyek tersebut selesai, peningkatan kapasitas akan dilanjutkan pada dermaga MB lainnya di kedua pelabuhan. Tujuannya agar seluruh kendaraan logistik bertonase besar dapat dilayani tanpa bergantung pada dermaga tertentu.

“Jadi hampir semuanya bisa dilintasi kendaraan berkapasitas 50 ton, sehingga mobil-mobil logistik bisa masuk. Paradigmanya sekarang sudah transisi ke logistik,” kata Media, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Media, mayoritas kendaraan angkutan barang yang melintas di Ketapang–Gilimanuk kini memiliki tonase di atas 30 ton. Karena itu, penguatan infrastruktur dermaga menjadi kebutuhan mendesak untuk menyesuaikan perubahan karakter lalu lintas penyeberangan.

Selain peningkatan kapasitas, ASDP juga mengantisipasi pertumbuhan jumlah kendaraan yang setiap tahun meningkat sekitar 12–15 persen. Kehadiran jalan tol yang akan terhubung menuju kawasan pelabuhan diperkirakan turut meningkatkan volume kendaraan logistik di masa mendatang.

“ASDP memang sedang berbenah dari sisi fasilitas untuk mengantisipasi peningkatan trafik kendaraan,” ujarnya.

ASDP juga mendorong operator kapal swasta mendatangkan kapal berukuran besar agar kapasitas angkut di lintasan Ketapang–Gilimanuk semakin meningkat. Saat ini, kapal besar milik ASDP yang beroperasi di lintasan tersebut masih terbatas, sehingga dukungan armada swasta dinilai penting menjaga kelancaran distribusi logistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....