Antrean Ketapang Mulai Terkendali, ASDP Operasikan 27 Kapal

  • 04 Okt 2026 01:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai terkendali pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, panjang antrean kendaraan tercatat sekitar 0,5 kilometer, sementara arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk berlangsung lancar.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan penguatan operasional terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjaga kelancaran arus penyeberangan.

“Kami terus memantau perkembangan arus kendaraan dan penumpang secara berkala, sekaligus menyesuaikan pola operasi kapal dengan kondisi aktual di lapangan. Perkembangan antrean yang semakin terkendali menjadi bagian dari proses pemulihan layanan yang terus kami dorong,” ujar Heru, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Aktivitas pengguna jasa di Pelabuhan Ketapang masih cukup tinggi. Pada Rabu, 30 September 2026, tercatat 19.101 penumpang dengan 5.881 kendaraan, meningkat 4,57 persen dibandingkan hari sebelumnya, sedangkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, jumlah penumpang mencapai 19.942 orang dengan 5.745 kendaraan.

Untuk menyesuaikan kapasitas layanan dengan pergerakan pengguna jasa, ASDP mengoperasikan 27 kapal di sejumlah dermaga Pelabuhan Ketapang. Rinciannya, lima kapal di Dermaga MB 1, lima kapal di Dermaga MB 3, 12 kapal di Dermaga LCM, dan lima kapal di Dermaga MB 4.

Selain armada reguler, KMP Portlink VII turut diperbantukan di Dermaga MB 4. Pengoperasian kapal disesuaikan dengan kesiapan armada, kondisi dermaga, serta kebutuhan pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan kelancaran penyeberangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah kapal yang beroperasi. Pengaturan distribusi kendaraan, pemanfaatan fasilitas dermaga, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan juga menjadi bagian dari pengendalian arus.

“Kami memahami bahwa kelancaran penyeberangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat maupun distribusi logistik. Karena itu, setiap perkembangan di lapangan terus kami respons dengan pengaturan operasional yang dinamis,” Kata Media.

ASDP terus memantau kondisi antrean di kedua sisi pelabuhan dan pergerakan kapal secara berkala. Pengaturan operasional akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas kendaraan, kapasitas dermaga, kesiapan armada, serta aspek keselamatan pelayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....