Antrean Ketapang Turun Jadi 8,5 Kilometer, ASDP Operasikan 27 Kapal

  • 29 Sep 2026 21:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terus berkurang seiring penguatan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Hingga Selasa, 29 September 2026 pukul 12.00 WIB, panjang antrean di sisi Ketapang tercatat sekitar 8,5 kilometer dengan ekor antrean berada di sekitar Pantai Sangkong, Parasputih.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo mengatakan, ASDP terus menyesuaikan pola operasi dan memperkuat kapasitas angkut untuk mempercepat penguraian antrean. Penyesuaian dilakukan secara dinamis dengan tetap memperhatikan kapasitas kapal dan keselamatan pelayaran.

“Kami memahami antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung terhadap perjalanan masyarakat maupun distribusi logistik. Fokus kami saat ini adalah mempercepat penguraian antrean secara terukur dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia tanpa mengurangi aspek keselamatan,” ujar Heru, Selasa, 29 September 2026

Menurut Heru, kondisi antrean di kedua sisi lintasan terus dipantau sebagai dasar penyesuaian distribusi kapal dan perjalanan. Hingga Selasa pagi, tidak terdapat antrean kendaraan di sisi Gilimanuk sehingga kapasitas angkut dapat lebih diarahkan untuk menangani kepadatan di sisi Ketapang.

“Ketika kondisi di salah satu sisi mulai lebih terkendali, kapasitas yang tersedia dapat kami optimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada sisi yang masih mengalami antrean. Seluruh langkah ini terus kami evaluasi agar pemulihan berlangsung semakin efektif hingga kondisi kembali stabil,” kata Heru.

Untuk mempercepat penguraian antrean, ASDP mengoperasikan 27 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Armada tersebut terdiri atas 14 kapal reguler melalui Dermaga Movable Bridge (MB), sembilan kapal reguler melalui Dermaga Landing Craft Machine (LCM), serta empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB).

Empat kapal perbantuan tersebut terdiri atas satu kapal yang beroperasi melalui Dermaga MB dan tiga kapal melalui Dermaga LCM. Penguatan armada diikuti pengaturan arus kendaraan, pemuatan, keberangkatan, hingga proses bongkar di pelabuhan tujuan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto mengatakan, pengaturan muatan menjadi bagian penting dalam mempercepat penguraian antrean karena mayoritas kendaraan yang menunggu merupakan kendaraan logistik. Setiap kendaraan harus disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta ketentuan keselamatan.

“Kami terus mendorong agar proses pelayanan berjalan semakin cepat dan efektif. Target kami adalah antrean terus berkurang secara signifikan dengan proses pelayanan yang tetap tertib, aman, dan terkendali,” jelas Media.

ASDP juga mengoptimalkan proses bongkar-muat dan pengaturan arus kendaraan di kawasan pelabuhan untuk mencegah terbentuknya kepadatan baru. Koordinasi dilakukan bersama regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan lainnya dengan evaluasi kondisi antrean secara berkala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....