PTPN I Regional 5 Dorong Kopi Bondowoso Mendunia
- 03 Okt 2026 18:07 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Persero Regional 5 berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk memperluas pengenalan kopi lokal melalui kompetisi video media sosial bertajuk “Bondowoso Republik Kopi”.
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui kegiatan Media & Creator Gathering yang mempertemukan pemerintah daerah, insan media, dan komunitas kreator di Pujasera Jembatan Ki Ronggo, Jumat, 2 Oktober 2026 malam.
Sekretaris Perusahaan PTPN I Persero Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, mengatakan kompetisi tersebut menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan kopi Bondowoso secara lebih luas, tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga cerita dan potensi yang ada di baliknya.
“Kita ingin kopi Bondowoso tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Melalui media sosial, cerita tersebut bisa menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas. Harapannya, konten-konten yang dibuat dapat ditonton ribuan bahkan jutaan orang dan ikut membuka peluang agar usaha kopi di Bondowoso berkembang semakin pesat,” ujar Reggy.
PTPN I Regional 5 sendiri menjadi bagian dari ekosistem perkebunan kopi di Bondowoso melalui Kebun Blawan, Java Coffee Estate, Kayumas, dan Pancur Angkrek. Keberadaan sejumlah perkebunan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan kopi di Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, S.P., M.M., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, program “Bondowoso Republik Kopi Reborn” menjadi momentum untuk kembali memperkenalkan potensi kopi daerah melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial.
“Terima kasih atas kolaborasi PTPN I Regional 5 dalam menghadirkan kembali semangat Bondowoso Republik Kopi melalui Bondowoso Republik Kopi Reborn. Kami mendukung kegiatan ini untuk semakin memperkenalkan kopi Bondowoso di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Mulyadi.
Sementara itu, Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu, menilai kompetisi konten tersebut menjadi langkah kreatif untuk menggaungkan kembali potensi kopi Bondowoso sekaligus mengenalkan dampak ekonominya kepada generasi muda.
“Kompetisi konten seperti ini menjadi langkah besar. Bukan hanya untuk mengingatkan bahwa Bondowoso memiliki mutiara hitam dari timur, yaitu kopi, tetapi juga memberikan edukasi bahwa kopi bukan sekadar komoditas, melainkan memiliki dampak ekonomi yang luas,” ujar Sinca.
Sejak dibuka pada awal September hingga 1 Oktober 2026, ratusan karya telah disubmit dalam kompetisi tersebut. Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bondowoso, Surabaya, Malang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Medan, Asahan, Bengkalis, hingga Denpasar.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perkebunan, media, dan kreator, “Bondowoso Republik Kopi” diharapkan dapat memperluas cerita mengenai kopi Bondowoso. Selain memperkuat pengenalan produk lokal, upaya tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan potensi ekonomi, pariwisata, serta masyarakat di Kabupaten Bondowoso.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....