Pertamina Perkuat Pasokan Pertalite untuk Urai Antrean SPBU di Bondowoso

  • 07 Sep 2026 20:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke Kabupaten Bondowoso. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat penguraian antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi kendala distribusi BBM akibat kepadatan lalu lintas di jalur Ketapang–Tanjungwangi, Banyuwangi.

Kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan mencapai sekitar 12 kilometer. Kondisi ini berdampak terhadap waktu tempuh mobil tangki pengangkut BBM menuju Bondowoso.

Dalam kondisi normal, perjalanan yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar 8 hingga 10 jam, kini dalam situasi tertentu membutuhkan waktu jauh lebih lama, yakni sekitar 15 hingga 23 jam.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran distribusi BBM ke Bondowoso dan wilayah sekitarnya. Di sisi lain, peningkatan konsumsi masyarakat juga turut memberikan tekanan terhadap ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.

Menghadapi kondisi itu, Pertamina melakukan pengaturan ulang pola distribusi dengan memprioritaskan SPBU yang membutuhkan pasokan. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan pasokan dari berbagai sumber untuk menjaga ketersediaan BBM di tingkat SPBU.

Sebagai langkah percepatan, Pertamina berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan sejumlah pihak terkait untuk memetakan kebutuhan di lapangan serta menentukan prioritas pengiriman.

Pertamina juga menyiapkan skema alih suplai dari wilayah lain untuk memperkuat pasokan BBM di Bondowoso. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mempercepat normalisasi antrean di SPBU.

Penguatan pasokan mulai menunjukkan hasil. Pada 5 September 2026, realisasi suplai Pertalite di Bondowoso tercatat mencapai sekitar 112 persen dari kebutuhan normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya memahami kondisi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU.

“Kami memahami adanya antrean di sejumlah SPBU. Pertamina terus memperkuat pasokan dan mengatur prioritas pengiriman agar BBM dapat segera tersedia di SPBU yang membutuhkan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk mempercepat distribusi,” ujar Ahad.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina juga mengoptimalkan koordinasi dengan Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi. Selain itu, disiapkan pula alih suplai dari IT Surabaya guna memperkuat kebutuhan BBM di wilayah Bondowoso.

Pertamina memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas. Pemantauan stok di SPBU dilakukan secara berkala dan pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan aktual di lapangan.

Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan BBM dan berpotensi memperpanjang antrean di SPBU.

Apabila masyarakat menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Sebelumnya, Komisi 2 DPRD Bondowoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Tamansari, Kabupaten Bondowoso, Senin 7 September 2026. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Supervisor SPBU Tamansari, S. Jagir mengatakan bahwa kondisi BBM di Bondowoso bukan disebabkan adanya pengurangan pasokan dari Pertamina.

Menurut Jagir, kendala terjadi pada proses distribusi akibat kemacetan di wilayah Banyuwangi. Kondisi tersebut membuat pengiriman BBM yang sebelumnya berasal dari Banyuwangi dialihkan melalui jalur suplai dari Surabaya dan Malang.

"Ini sebetulnya kalau BBM tidak ada pengurangan. Dari Pertamina tidak ada pengurangan. Cuma kendala dengan transportasinya saja," ujar Jagir saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, perubahan jalur distribusi tersebut membuat waktu tempuh pengiriman BBM ke Bondowoso menjadi lebih lama. Akibatnya, stok di SPBU terkadang sudah habis sebelum kiriman berikutnya tiba.

"Biasanya sudah sampai di tempat kita, tapi masih di perjalanan. Sedangkan di kita sudah habis," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....