GAPASDAP Dorong Percepatan Perbaikan Dermaga Ketapang-Gilimanuk

  • 01 Okt 2026 10:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) mendorong percepatan perbaikan dan optimalisasi dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan sebelum lonjakan kendaraan pada Natal dan Tahun Baru serta Lebaran, meski kondisi penyeberangan saat ini telah kembali lancar.

Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo mengatakan kelancaran lintasan saat ini tidak boleh membuat pembenahan infrastruktur ditunda. Menurutnya, peningkatan kapasitas dermaga diperlukan agar antrean panjang tidak kembali terjadi ketika volume kendaraan meningkat.

“Kita jangan menunggu sampai antrean panjang terjadi kembali baru bergerak. Infrastruktur harus dipersiapkan sebelum demand mencapai puncaknya,” tegas Khoiri.

GAPASDAP menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan kepadatan, termasuk PT ASDP Indonesia Ferry, KSOP, BPTD, pemerintah daerah, Organda, Aptrindo, operator kapal, serta aparat dan pemangku kepentingan lainnya. Apresiasi juga disampaikan kepada Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono atas perhatian dan dorongannya terhadap penyelesaian persoalan di lintasan tersebut.

Khoiri berharap kondisi yang kembali lancar dapat memulihkan kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha untuk menggunakan lintasan Ketapang-Gilimanuk. Ia menyebut lintasan tersebut memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat, distribusi barang, pariwisata, dan aktivitas ekonomi kedua wilayah.

“Kami ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat. Ketapang-Gilimanuk saat ini sudah lancar dan siap melayani perjalanan masyarakat,” kata Khoiri, Kamis 1 Oktober 2026.

Meski kondisi operasional membaik, GAPASDAP meminta pembenahan infrastruktur tidak menunggu hingga antrean panjang kembali terjadi. Sejumlah pekerjaan yang didorong antara lain penyatuan dan optimalisasi dermaga plengsengan di Ketapang, pelebaran fasilitas LCM di Gilimanuk, serta percepatan perbaikan dan optimalisasi fasilitas di Bulusan.

Khoiri mengatakan pekerjaan yang secara teknis dapat segera dilakukan perlu dipercepat agar tambahan kapasitas dermaga dapat digunakan saat volume kendaraan meningkat. Persiapan tersebut dinilai penting untuk menghadapi periode Angkutan Natal dan Tahun Baru serta Angkutan Lebaran.

“Kita jangan menunggu sampai antrean panjang terjadi kembali baru bergerak. Infrastruktur harus dipersiapkan sebelum demand mencapai puncaknya,” ucap Khoiri.

GAPASDAP juga meminta ASDP bergerak cepat sesuai kewenangan dan tanggung jawabnya dalam pembenahan fasilitas penyeberangan. Koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait tetap diperlukan agar peningkatan kapasitas pelayanan dapat dilakukan tanpa tertunda oleh persoalan administrasi dan pembagian kewenangan.

GAPASDAP mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kepadatan Ketapang-Gilimanuk, termasuk ASDP, KSOP, BPTD, pemerintah daerah, operator kapal, Organda, Aptrindo, aparat, serta pemangku kepentingan lainnya. Apresiasi juga disampaikan kepada Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono atas perhatian dan dorongannya terhadap penyelesaian persoalan di lintasan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....