ASDP Khususkan Dermaga LCM dan MB IV Ketapang untuk Truk Logistik

  • 19 Sep 2026 00:05 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – ASDP bersama Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang mulai memberlakukan kebijakan khusus di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat malam, 18 September 2026. Kapal penyeberangan yang bersandar di Dermaga LCM dan MB IV hanya diperbolehkan mengangkut kendaraan logistik sebagai upaya mempercepat layanan penyeberangan dan mengurai antrean menuju pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang melibatkan BPTD Ketapang, Gapasdap, INFA, KSOP, dan Kepolisian. Seluruh pemangku kepentingan sepakat mengutamakan percepatan layanan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.

“Kami sama-sama menjaga kecepatan muatan dan memprioritaskan kapal-kapal besar,” kata Media, Jum'at 18 September 2026.

Menurut Media, Dermaga LCM dan MB IV di sisi Ketapang dikhususkan untuk truk logistik, sedangkan Dermaga MB IV di Gilimanuk masih melayani kendaraan pribadi berukuran sedang. Kebijakan ini bersifat sementara sambil menunggu peningkatan kapasitas Dermaga MB II di Pelabuhan Gilimanuk yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

“Dermaga LCM dan Dermaga IV di Ketapang khusus untuk logistik. Sementara Dermaga IV di Gilimanuk masih bisa mengangkut mobil pribadi sedang,” ujar Media.

ASDP juga membuka peluang penerapan pola operasi tiba bongkar berangkat (TBB) pada kondisi tertentu untuk menyerap antrean kendaraan. Namun, pola tersebut akan diterapkan secara selektif agar tidak mengganggu jadwal operasional kapal reguler.

Hingga Jumat sore, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi meski mulai berangsur berkurang. Sebelumnya, panjang antrean sempat mencapai belasan kilometer di jalur menuju pelabuhan.

Salah seorang sopir truk, Yoyok, mengaku mulai terjebak kemacetan di kawasan Desa Bangsring sejak Kamis malam, 17 September 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah hampir 13 jam mengantre, truknya baru memasuki kantong parkir Bulusan pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.

“Ini sudah 35 jam masih belum menyeberang,” ujar Yoyok.

Yoyok membawa muatan buah segar dari Jakarta menuju Tabanan, Bali. Beruntung, truk yang dikemudikannya dilengkapi sistem pendingin sehingga kualitas muatan tetap terjaga meski waktu tempuh jauh lebih lama dari kondisi normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....