Pangan Lokal Jadi Solusi, Polije Dampingi Keluarga Desa Suci Cegah Stunting

  • 01 Okt 2026 11:04 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Stunting
  • Pangan Lokal

RRI.OC.ID, Jember: Pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak dan memantau tumbuh kembang secara rutin. Hal ini menjadi fokus pendampingan yang dilakukan Politeknik Negeri Jember (Polije) kepada masyarakat Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Melalui program pengabdian masyarakat SMART VILLAGE: Sustainable Community Nutrition and Healthy Living, Polije mendampingi keluarga berisiko stunting melalui Rumah Desa Sehat (RDS), edukasi gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta penguatan kapasitas kader Posyandu yang dilaksanakan sejak 30 Juli 2026.

Ketua tim pengabdian, Surya Dewi Puspita, S.ST., M.Kes.,kepada RRI (1/10/2026) mengatakan program dirancang agar pengetahuan yang diberikan dapat langsung dipraktikkan oleh keluarga maupun kader. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penyuluhan. Ibu-ibu dan kader kami libatkan langsung supaya mereka mendapatkan pengalaman yang bisa diterapkan di rumah maupun saat kegiatan Posyandu,” katanya.

Salah satu praktik yang dilakukan pada 30 Juli 2026 melibatkan 30 ibu balita. Selain mendapatkan edukasi tentang gizi, pemantauan pertumbuhan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta sanitasi, peserta juga diajak mengolah bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Pangan lokal seperti ikan lele dan daun kelor diolah menjadi makanan tambahan berupa dimsum lele dan mie kelor. Kegiatan ini sekaligus memberikan alternatif bagi keluarga untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang lebih menarik bagi anak. “Seru, dapat pengalaman baru, jadi tahu kalau lele bisa dijadikan dimsum, terus daun kelor bisa diolah jadi mie. Lebih sering-sering aja buat acara kayak gini,” ujar salah seorang peserta.

Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader Posyandu dalam mendeteksi masalah pertumbuhan anak. Sebanyak 18 kader mendapatkan pelatihan penggunaan Tikar Pertumbuhan untuk membantu pengukuran antropometri balita.

Setelah pelatihan, seluruh kader berada pada kategori pengetahuan baik. Keterampilan tersebut kemudian dipraktikkan dalam kegiatan Posyandu melalui pendampingan Rumah Desa Sehat pada 4, 9, dan 11 September 2026.

Menurut salah seorang kader Posyandu Desa Suci, praktik langsung membuat kader lebih memahami proses pengukuran pertumbuhan balita. “Setelah praktik langsung, kami lebih paham cara menggunakan tikar pertumbuhan. Kami dan masyarakat jadi tahu langsung kondisi pertumbuhan anak. Harapannya, alat dan ilmu yang diberikan bisa terus kami gunakan setiap kegiatan Posyandu,” katanya.

Program yang dibiayai melalui PNBP Polije tahun 2026 dalam skema Desa Binaan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dan kader sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di tingkat desa.

Polije mendorong pemanfaatan pangan lokal, edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan keluarga berisiko stunting terus dilanjutkan melalui kegiatan Posyandu dan Rumah Desa Sehat, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tetap dapat dimanfaatkan masyarakat setelah program berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....