Hari Kesaktian Pancasila, Sekda Bondowoso Tekankan Persatuan

  • 01 Okt 2026 08:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, Kamis, 1 Oktober 2026.

Upacara tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam upacara tersebut, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir membacakan ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.

Sekda Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa Indonesia menghadapi berbagai upaya yang dapat merongrong persatuan dan keutuhan negara.

“Pancasila pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur. Tapi bagaimanapun juga kita pahami ya, sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa ada banyak upaya untuk merongrong negeri kita,” kata Fathur Rozi.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga. Perbedaan suku, bahasa dan latar belakang masyarakat justru dapat menjadi kekuatan apabila disatukan dalam semangat persatuan.

“Oleh karena itu peringatan 1 Oktober hari kesatuan Pancasila dalam rangka untuk memastikan bahwa kita ini harus menjaga persatuan, harus menjaga dalam kebhinekaan itu kita tetap harus bersatu,” ujarnya.

Fathur menegaskan, semangat gotong royong menjadi salah satu pondasi penting dalam mempertahankan persatuan Indonesia sebagai negara kesatuan.

“Ada banyak perbedaan tapi disitulah kekuatan kita. Jadi perbedaan menjadi kekuatan, gotong royong menjadi pondasi untuk terus menjaga negeri ini, bangsa ini sebagai sebuah negara kesatuan,” tuturnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan untuk diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini. Menurutnya, implementasi nilai Pancasila perlu disesuaikan dengan kondisi dan persoalan yang dihadapi bangsa.

“Hari ini semua nilai-nilai Pancasila itu semuanya relevan, gak ada yang gak relevan. Apalagi kita temanya sebagai pemersatu bangsa, adil, berdaulat. Ini yang kita kawal. Tentu harus menyesuaikan dengan kondisi hari ini,” ungkapnya.

Fathur juga mengajak masyarakat menghadapi berbagai tantangan dengan optimisme, termasuk dinamika geopolitik maupun persoalan yang muncul di dalam negeri.

“Ada tantangan, ya kita hadapi bersama tantangan itu. Dengan penuh optimisme, harus optimis kita mampu keluar dari setiap persoalan yang kita hadapi,” katanya.

Ia berharap semangat Pancasila terus menjadi landasan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus mendorong terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat.

“Jadi kita positive thinking, yakin bahwa kita sebagai bangsa yang kuat, sebagai bangsa yang besar, bisa tetap menjaga negeri ini sebagai sebuah negara kesatuan Republik Indonesia dengan semangat untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....