PJU Jembatan Biluk Bondowoso Segera Dipasang Usai Kecelakaan

  • 22 Sep 2026 18:00 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso segera memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Jembatan Biluk, Kecamatan Tenggarang, setelah warga mengeluhkan minimnya penerangan dan rambu lalu lintas di lokasi tersebut. Pemasangan dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, mengatakan ruas jalan di kawasan Jembatan Biluk merupakan jalan berstatus provinsi, bukan jalan kabupaten. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah untuk menambah penerangan dengan berkoordinasi bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) terkait.

"Kami insyaAllah pasang pagi ini," ujar Sigit, Selasa 22 September 2026.

Keluhan warga mengenai kondisi Jembatan Biluk mencuat setelah terjadi kecelakaan tunggal pada Minggu (20/9/2026) malam. Pengendara sepeda motor yang melaju dari arah timur ke barat diduga kehilangan konsentrasi hingga menabrak pembatas trotoar dan bagian tengah jembatan.

Kondisi korban dalam kecelakaan tersebut kemudian beredar melalui video di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Warga menyoroti kondisi Jembatan Biluk yang berada di sebelah timur Mako Brimob karena dinilai minim penerangan serta memiliki pembatas tengah yang kurang terlihat dari arah timur.

Keluhan serupa disampaikan warga melalui grup media sosial. Sejumlah warga menyebut penerangan di kawasan jalur ganda Jembatan Biluk masih minim sehingga menyulitkan pengendara ketika melintas pada malam hari.

Selain penerangan, warga juga menyoroti kondisi jalan yang menyempit setelah jembatan serta keberadaan pembatas tengah yang dinilai kurang terlihat. Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju dari arah timur.

Seorang warga di Kecamatan Tenggarang berinisial H mengatakan, sebenarnya sudah terdapat lampu penerangan di sisi timur jalan. Namun, penerangan di sisi selatan masih minim karena lampu lebih terfokus di sisi utara.

"Ada di sisi timur jalan, cuma rambu itu kadang-kadang tidak kelihatan," ujarnya.

Menurut H, kondisi jalan yang mulus juga dapat membuat pengendara lengah, terutama ketika hendak menyalip kendaraan lain. Padahal, setelah melewati jembatan, ruas jalan kembali menyempit.

Warga berharap penambahan penerangan dan perbaikan kejelasan rambu lalu lintas dapat segera dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan visibilitas pengendara dan mengurangi potensi kecelakaan di kawasan Jembatan Biluk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....