Rumor Influenza Tipe A, RSUD Besuki Pastikan Tak Ada Lonjakan Kasus

  • 30 Sep 2026 08:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Rumor mengenai bahaya mutasi virus influenza tipe A yang disebut memicu lonjakan penyakit serupa influenza (ILI) di tengah kemarau panjang membuat sebagian masyarakat khawatir. Namun, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus influenza berat di RSUD Besuki, Kabupaten Situbondo. Penyakit yang banyak ditemukan saat ini lebih mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga sedang.

Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, menyampaikan hal tersebut dalam program Dialog Kentongan RRI Jember, Selasa (29/9/2026). Ia mengklarifikasi bahwa tidak terjadi ledakan pasien akibat influenza berat yang mengancam jiwa di rumah sakit tersebut. Menurutnya, kondisi yang berkembang di masyarakat lebih banyak berkaitan dengan penyakit saluran pernapasan yang dipengaruhi kondisi lingkungan dan daya tahan tubuh.

Dr. Imam menjelaskan, kemarau panjang dengan perbedaan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam dapat membuat kondisi tubuh lebih rentan. Selain faktor lingkungan, kelelahan dan menurunnya pola makan juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung mengaitkan meningkatnya keluhan flu dengan adanya mutasi virus yang berbahaya.

“Yang terjadi hanyalah kepanikan biasa,” ujar dr. Imam Haryono dalam Dialog Kentongan RRI Jember, Selasa (29/9/2026). Ia menegaskan, hingga saat itu tidak terdapat lonjakan pasien influenza berat di RSUD Besuki. Kasus yang banyak ditemukan masih berada pada kategori ISPA ringan hingga sedang dan dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Menurut dr. Imam, Puskesmas tetap menjadi garda terdepan dalam menangani keluhan ISPA ringan hingga sedang. Masyarakat tidak perlu langsung menuju rumah sakit apabila mengalami gejala ringan, tetapi dapat terlebih dahulu memeriksakan kondisi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Khusus bagi orang tua yang memiliki anak usia 0 hingga 6 tahun, dr. Imam mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi demam. Orang tua dianjurkan menyediakan obat penurun panas di rumah sebagai langkah awal ketika anak mengalami demam, sekaligus memantau perkembangan kondisi anak. Demam yang tinggi pada kelompok usia tersebut perlu mendapat perhatian karena anak lebih rentan mengalami kejang demam.

Dalam penanganan infeksi virus ringan, pengobatan pada umumnya berfokus pada mengatasi gejala dan menjaga kondisi tubuh. dr. Imam juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi obat secara sembarangan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala memburuk atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ia menambahkan, kondisi tubuh dapat lebih mudah mengalami penurunan daya tahan ketika seseorang mengalami kelelahan berlebihan, pola makan yang tidak terjaga, maupun paparan suhu dingin secara berlebihan. Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam membantu tubuh menghadapi perubahan kondisi lingkungan.

Selain menjaga kondisi fisik, masyarakat juga diminta mengelola kecemasan. Menurut dr. Imam, kepanikan yang berlebihan justru dapat memengaruhi kondisi tubuh. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak mudah percaya terhadap rumor kesehatan yang belum terverifikasi.

Dialog Kentongan RRI Jember kemudian menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh, terutama di tengah kondisi cuaca yang berubah. Pola makan yang baik, istirahat cukup, menjaga aktivitas agar tidak berlebihan, serta segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala yang mengkhawatirkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Di akhir dialog, host Hidayat merangkum pesan utama dari pembahasan tersebut. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pola hidup, tetapi juga cara seseorang mengelola pikiran. “Pintu utama adalah pikiran kita. Sehingga dari cara melakukan pola hidup sehat jangan lupa berpikir yang sehat pula,” kata Hidayat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....