Mesin Pemecah Kedelai Polije Bantu Percepat Produksi Tempe Siyami

  • 17 Sep 2026 21:47 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Proses pemecahan kedelai yang sebelumnya harus dilakukan berulang kali kini lebih singkat bagi UMKM Tempe Siyami di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Pelaku usaha tersebut mulai menggunakan mesin pemecah sekaligus pemisah kulit ari kedelai, yang dikembangkan dosen Politeknik Negeri Jember (Polije).

Sebelumnya, proses pengolahan kedelai di UMKM Tempe Siyami membutuhkan beberapa tahapan basah. Setelah direbus dan direndam, kedelai dipecah menggunakan alat yang tersedia, kemudian kembali direndam untuk membantu memisahkan kulit ari.

Jika masih terdapat biji yang belum terbelah, proses tersebut harus diulang. Kondisi ini membuat tahapan persiapan kedelai membutuhkan waktu lebih lama.

Mesin yang dikembangkan tim Polije menggabungkan fungsi pemecahan biji dan pemisahan kulit ari dalam satu unit.

Teknologi tersebut menggunakan mekanisme pemecahan berbasis compression-shear, sementara kulit ari yang lebih ringan dibantu dipisahkan melalui aliran udara dari pneumatic blower.

Pemilik UMKM Tempe, Siyami, mengatakan alat tersebut membuat proses produksi lebih cepat karena pengulangan tahapan sebelumnya dapat dikurangi.

“Alat ini sangat berguna karena proses produksi menjadi lebih cepat. Sebelumnya kami harus melalui proses basah berulang kali agar biji kedelai benar-benar pecah. Sekarang proses pemecahan lebih mudah dan tidak perlu diulang sebanyak sebelumnya,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Sebelum digunakan, tim Polije melakukan penyetelan pada celah dan putaran mesin agar kedelai dapat terbelah tanpa terlalu banyak mengalami kerusakan. Pengaturan aliran udara juga dilakukan untuk mendapatkan pemisahan kulit ari yang lebih efektif.

Selain menyerahkan mesin, tim memberikan pelatihan pengoperasian dan perawatan kepada pengelola UMKM. Pendampingan ini dilakukan agar mesin dapat digunakan secara mandiri dan kinerjanya tetap terjaga.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Implementasi Teknologi Tepat Guna Alat Pemecah dan Pemisah Kulit Kedelai sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas UMKM Tempe Siyami, yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Tim Polije yang terlibat terdiri dari Faruq Avero Azhar sebagai ketua, bersama Qanitah dan Sihmaulana Dwianto sebagai anggota.

Penerapan mesin ini ditujukan untuk menyederhanakan pengolahan kedelai, mengurangi pengulangan proses basah, dan meningkatkan efisiensi produksi tempe di tingkat UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....