Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dikeluhkan Warga Jember

  • 12 Jun 2026 04:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku per hari ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat Kabupaten Jember. Sejumlah kalangan, mulai dari pengemudi ojek online, masyarakat umum, pedagang hingga mahasiswa mengaku terdampak oleh kenaikan harga yang dinilai cukup signifikan.

Pengemudi ojek online, Anton, mengaku kenaikan harga BBM membuat biaya operasionalnya meningkat. Ia menyebut harga BBM yang biasa dibelinya sekitar Rp12 ribuan per liter kini naik menjadi Rp16 ribu per liter.

"Agak berat juga sih, karena kebiasaan beli BBM harga Rp12 ribuan, sekarang Rp16 ribuan. Kalau naik seribu mungkin masih bisa kami ikuti, tapi kalau naik sampai Rp4 ribu sangat susah. Dari aplikasi juga tidak ada penyesuaian tarif," ujar Anton, Rabu 10 Juni 2026.

Anton mengaku untuk sementara akan memilih menggunakan Pertalite agar pengeluaran tidak semakin membengkak. Ia berharap pemerintah dapat memberikan subsidi kepada pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilannya dari kendaraan bermotor.

Sementara itu, warga Perumahan Bernardy Land, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Tobron, menilai kenaikan BBM pasti berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama terkait biaya operasional kendaraan dan harga kebutuhan sehari-hari.

"Sekarang saja sudah banyak harga yang naik. Apalagi ditambah kenaikan BBM, otomatis dampaknya ada. Kalau memang subsidi diberikan tepat sasaran sebenarnya tidak masalah, yang penting pemanfaatannya betul-betul sesuai," katanya.

Meski demikian, Tobron mengaku tidak terlalu terkejut dengan kebijakan tersebut karena kenaikan harga BBM sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.

Dampak lanjutan dari kenaikan BBM juga dikhawatirkan dirasakan para pedagang. Junaedi, pedagang toko kelontong di Pasar Tanjung, mengatakan harga sejumlah bahan pokok biasanya akan ikut mengalami kenaikan dalam waktu sekitar satu minggu setelah harga BBM naik.

"Otomatis berpengaruh ke beras dan bahan pokok lainnya. Biasanya sekitar seminggu setelah BBM naik, harga kebutuhan pokok juga mulai ikut naik," ujarnya.

Di kalangan mahasiswa, kenaikan harga BBM turut menimbulkan kekhawatiran karena berpengaruh terhadap pengeluaran harian. Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije), Bima Margafara, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang cukup drastis.

"Jujur agak syok. Dari yang sebelumnya sekitar Rp12 ribuan sekarang menjadi Rp16 ribu. Bagi mahasiswa yang uang sakunya pas-pasan tentu cukup berat," katanya.

Mahasiswi Polije, Nining Amalia Hasanah, mengaku kini lebih memilih menggunakan Pertalite dibanding Pertamax karena selisih harga yang semakin tinggi.

"Biasanya saya pakai Pertamax atau Pertalite. Tapi sekarang karena Pertamax lebih mahal, saya beralih ke Pertalite," ujarnya.

Sementara itu, Muh Alzan menilai banyak pengguna kendaraan bermotor saat ini terpaksa beralih ke BBM dengan oktan lebih rendah. Padahal, menurutnya, hal tersebut dapat memengaruhi performa kendaraan, terutama pada motor keluaran terbaru.

"Kalau motor yang seharusnya menggunakan Pertamax dipaksa menggunakan Pertalite, tenaganya bisa berkurang dan ada dampak ke mesin seperti knocking," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kendaraan listrik dapat menjadi alternatif karena lebih ramah lingkungan, meski penggunaannya masih bergantung pada kondisi ekonomi masing-masing masyarakat.

Mahasiswa lainnya, Muh Sanusi, berharap pemerintah lebih mempertimbangkan kondisi masyarakat dalam mengambil kebijakan kenaikan harga BBM.

"Kalau bisa kenaikan harga BBM jangan dilakukan secara mendadak dan jangan terlalu tinggi supaya masyarakat bisa lebih siap," pungkasnya.

Kenaikan harga BBM non-subsidi diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor, mulai dari transportasi, perdagangan hingga pengeluaran rumah tangga. Sejumlah warga berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu meringankan beban masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....