Temui Pedagang, Pemkab Jember Siapkan Revitalisasi Pasar Tanjung
- 17 Sep 2026 20:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pembenahan Pasar Tanjung Jember akan diarahkan pada penataan aktivitas perdagangan, bukan penggusuran pedagang. Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meninjau Pasar Tanjung, Rabu (16/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Fawait berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Ia mengatakan penataan diperlukan agar aktivitas pedagang di area bawah maupun lantai atas tetap berjalan tanpa saling mengganggu.
“Konsep kami adalah penataan agar seluruh pihak bisa sama-sama tumbuh dan mencari nafkah. Pedagang di lantai atas maupun bawah sama-sama rakyat kecil yang sedang berjuang,” ujar Fawait.
Salah satu opsi yang dibahas yakni pengaturan jam operasional pedagang di area bawah. Menurut Fawait, pengaturan waktu tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas perdagangan di kedua area tetap berjalan.
Fawait menyebut peninjauan ke Pasar Tanjung kali ini merupakan kunjungan keempatnya sejak menjabat sebagai Bupati Jember.
Sebelumnya, ia mengatakan Pemkab Jember telah menurunkan tarif retribusi pasar, membangun musala, memberikan akses beasiswa bagi anak pedagang, serta menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan melalui skema UHC.
Sementara untuk pembenahan fisik Pasar Tanjung, Fawait menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan memperoleh dukungan anggaran APBN sekitar Rp250 miliar untuk revitalisasi pasar.
Fawait mengatakan dialog langsung dengan pedagang dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar dari sisi pelaku usaha.
“Kami sengaja datang untuk melihat aktivitas pasar sekaligus mendengar aspirasi pedagang secara langsung,” katanya.
Di sisi pedagang, Katiyem, salah seorang pedagang Pasar Tanjung, mengatakan pedagang berharap aktivitas perdagangan di pasar kembali ramai seperti sebelumnya.
Ia menilai keberadaan pedagang di area bawah membuat pembeli tidak banyak datang ke lantai atas.
Menurut Katiyem, salah satu kendala pembeli untuk naik ke lantai atas adalah adanya biaya parkir sepeda serta kekhawatiran terhadap keamanan kendaraan.
“Kalau di bawah kan nggak usah bayar karcis sepeda, sepedanya nggak usah ditaruh, gitu langsung beli,” katanya.
Katiyem juga menyampaikan keberatan jika jam operasional pedagang kembali dibatasi. Ia mengatakan aturan jam berdagang pernah diterapkan sebelumnya, tetapi tidak berlangsung lama.
Meski demikian, ia tidak keberatan dengan rencana pembenahan bangunan Pasar Tanjung. Menurutnya, kondisi bangunan masih cukup kokoh dan layak untuk direnovasi.
“Direnovasi boleh. Yang penting, baguslah dulu diadakan penertiban. Juga keamanannya sini agak kurang. Banyak yang kemalingan. Keamanan dan kebersihan juga,” ujar Katiyem.
Ia berharap pembenahan pasar tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga meningkatkan keamanan, kebersihan, serta memastikan hak dan kebutuhan pedagang tetap diperhatikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....